PEMRED.COM
PEMRED.COM Official App ★★★★★ GRATIS

Reklamasi Laut PT TIMAH Tbk, 1.920 Artificial Reef Dibangun sebagai Habitat Baru Biota Laut

BANGKA BELITUNG – PT TIMAH Tbk terus menjalankan program reklamasi laut sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan di wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menenggelamkan artificial reef atau terumbu buatan untuk membentuk habitat baru bagi biota laut sekaligus membantu mengembalikan fungsi ekologis perairan.

Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH Tbk telah menenggelamkan sebanyak 1.920 unit artificial reef yang tersebar di sejumlah perairan di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan.

Tersebar di 11 Titik Perairan

Penenggelaman artificial reef dilakukan di 11 titik, yakni Perairan Rambak, Rebo, Tuing, Pulau Lampu, Tanjung Melala, Malang Gantang, Tanjung Ular, Karang Aji, Pulau Pelepas, Pulau Panjang, hingga Perairan Kubu.

Khairul Edi Hanafi Ajak Penambang Beltim Jaga Kondusivitas: Jangan Ulangi Kejadian 7 Agustus

Struktur terumbu buatan tersebut dirancang menyerupai kubah atau tudung saji dan ditempatkan di dasar perairan yang sebelumnya didominasi hamparan pasir.

Keberadaan struktur tersebut diharapkan dapat menjadi tempat berlindung, mencari makan, berkembang biak, serta menjadi media bagi berbagai organisme laut untuk tumbuh dan membentuk habitat baru.

Biota Laut Mulai Memanfaatkan Artificial Reef

Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari, mengatakan perkembangan ekosistem mulai terlihat di sejumlah lokasi penenggelaman artificial reef.

Menurutnya, kawasan yang sebelumnya berupa dasar perairan relatif datar dan minim kehidupan mulai dimanfaatkan berbagai biota laut.

Hadapi Penipuan dan Masalah Jasa Keuangan, OJK Babel Siapkan IASC dan Kontak 157

“Di lokasi artificial reef sudah banyak biota laut yang bermain, berkumpul, mencari makan, melakukan pemijahan (spawning), menempelkan telur, hingga proses pembesaran. Dari sisi ekologi, artificial reef ini memang ditujukan untuk membentuk habitat baru bagi biota laut di dasar perairan,” jelas Indra, Senin (10/2/2026).

Laman: 1 2 3

× Advertisement
× Advertisement