Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data

Share:
JAKARTA – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 yang digelar BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan studi lapangan kinerja organisasi di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menimba pengalaman mengenai tata kelola dan pelayanan pendidikan, sekaligus mempelajari berbagai praktik baik yang dapat disesuaikan untuk memperkuat kinerja pelayanan publik di lingkungan instansi masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pengamatan, berdiskusi, melaksanakan wawancara, serta menelaah dokumen dan data yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi pendidikan. Berbagai aspek dipelajari, mulai dari penyusunan perencanaan dan anggaran, pelaksanaan program, pembagian tugas dan tanggung jawab, hingga proses pemantauan serta evaluasi kinerja.

Sarwono, peserta PKA Kelompok 2, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pemahaman penting mengenai pengelolaan organisasi besar yang membutuhkan pembagian peran secara terarah dan koordinasi yang kuat pada setiap tingkatan.

“Studi lapangan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan pelajaran berharga bagi kami tentang bagaimana mengelola instansi besar dengan cakupan layanan yang luas. Kami belajar pentingnya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, mulai dari pimpinan di tingkat atas hingga pelaksana di satuan pendidikan. Setiap jenjang harus memahami perannya dan terhubung melalui koordinasi yang baik agar kebijakan dapat diterapkan secara konsisten serta manfaatnya dirasakan oleh peserta didik,” ujar Sarwono.

Ia menambahkan bahwa pembagian kewenangan yang terang perlu ditopang oleh sasaran kinerja, sistem pelaporan, serta pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus. Melalui mekanisme tersebut, pimpinan dapat mengetahui perkembangan pekerjaan di lapangan, mengidentifikasi kendala yang muncul, dan mengambil keputusan berikut langkah perbaikan sesuai persoalan yang dihadapi.

“Pembelajaran ini menjadi bekal untuk memperkuat tata kelola di instansi kami masing-masing. Pemimpin perlu memastikan setiap bagian memahami tanggung jawabnya, memiliki ruang untuk berkoordinasi, dan bekerja menuju sasaran pelayanan yang sama,” tambahnya.


Pengelolaan Berbasis Data untuk Layanan Lebih Tepat

Dalam hasil pembelajaran yang disusun, Kelompok 2 turut mengangkat pemanfaatan data mutu pendidikan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Rapor Pendidikan sebagai praktik yang patut menjadi perhatian dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.

Pemanfaatan data tersebut membantu organisasi mengenali bagian pelayanan yang masih memerlukan pembenahan, menentukan kebutuhan yang harus diprioritaskan, serta menyelaraskan program dan alokasi sumber daya dengan kondisi yang sebenarnya.

Dari pengalaman itu, peserta semakin memahami bahwa data harus menjadi landasan dalam menetapkan keputusan dan menjalankan tindakan yang hasilnya dapat diukur. Perencanaan yang bertumpu pada bukti juga perlu disertai pelaksanaan program secara terarah serta evaluasi yang menghasilkan perbaikan layanan dari waktu ke waktu.


Kolaborasi untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan

Selain mempelajari penggunaan data, peserta juga menaruh perhatian pada pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Memastikan setiap anak tetap mendapatkan kesempatan belajar bukanlah tugas satu pihak semata, melainkan membutuhkan kerja bersama antara dinas pendidikan, perangkat daerah terkait, sekolah, keluarga, masyarakat, dan mitra pembangunan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah keberadaan anak tidak sekolah serta peserta didik yang berpotensi berhenti sebelum menyelesaikan pendidikannya. Penanganan persoalan tersebut membutuhkan deteksi risiko sejak awal, pemahaman mengenai keadaan setiap anak, serta pendampingan yang berkelanjutan agar mereka tetap dapat mengikuti proses pendidikan hingga tuntas.

Sebagai tindak lanjut dari hasil kajian, Kelompok 2 menyusun alternatif penguatan melalui sistem peringatan dini atau Early Warning System yang terintegrasi dengan penanganan anak tidak sekolah. Rancangan tersebut meliputi pendataan dan identifikasi risiko, pemeriksaan serta verifikasi kasus, penetapan intervensi, pemberian pendampingan, hingga pemantauan terhadap keberlanjutan pendidikan anak.

Gagasan itu merupakan rekomendasi yang lahir dari analisis peserta dan dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan setiap daerah. Agar dapat dijalankan dengan baik, diperlukan keterhubungan data antarsektor, kejelasan pembagian tugas, dukungan kebijakan, serta komunikasi dan koordinasi yang terpelihara secara berkesinambungan.


Kepemimpinan sebagai Penggerak Kinerja Organisasi

Dari sudut pandang kepemimpinan, kegiatan studi lapangan ini memperdalam pemahaman peserta mengenai pentingnya peran pemimpin dalam menyatukan langkah seluruh bagian organisasi. Kemampuan mengidentifikasi masalah berdasarkan bukti, menentukan arah prioritas, membagi tanggung jawab, dan memastikan pelaksanaan tindak lanjut menjadi unsur penting dalam mendorong peningkatan kinerja.

Pengalaman dan praktik baik yang dijumpai di DKI Jakarta dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk mengembangkan pelayanan publik pada berbagai bidang. Kendati demikian, penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan daerah, batas kewenangan, kemampuan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, serta kondisi anggaran di setiap instansi.

Melalui studi lapangan tersebut, peserta PKA Angkatan II Tahun 2026 diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menyusun langkah peningkatan kinerja di tempat tugas masing-masing. Pembelajaran di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu rujukan dalam mewujudkan organisasi yang memiliki koordinasi terarah serta mampu memberikan pelayanan publik yang tanggap, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: pemred.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu