Anak-anak naik ke panggung dengan pakaian merah menyala. Musik mengalun. Di sebuah aula sekolah di Pangkalpinang, perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung dengan tema โRumah Kasih, Langkah Kebaikanโ.
Di tengah barisan kursi tamu, Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, S.E., hadir menyaksikan Pentas Seni yang digelar KB/TK Santa Theresia 1 pada Rabu (25/2/2026). Acara berjalan dalam suasana hangat. Anak-anak bergantian tampil, sebagian menggenggam mikrofon dengan dua tangan, sebagian lain melirik ke arah guru sebelum mulai bergerak.

Lebih dari Sekadar Perayaan
Bagi Susanti, panggung kecil itu bukan sekadar agenda tahunan. Ia melihatnya sebagai ruang belajar yang lain.
โHari ini hati saya merasa sangat teduh melihat senyum anak-anak kita. Pentas Seni Tahun Baru Imlek ini bukan sekadar perayaan baju merah atau tarian naga, tetapi bukti nyata betapa indahnya keberagaman yang ada di Pangkalpinang. Di sekolah ini kita belajar bahwa perbedaan adalah warna yang mempercantik lukisan kehidupan,โ ujarnya.
Ia menilai perayaan tersebut menjadi cara memperkenalkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman sejak usia dini. Tema yang diangkat, menurutnya, berjalan seiring dengan proses pembentukan karakter anak.

Ruang untuk Berani
Sekolah, dalam pandangannya, memberi tempat bagi anak-anak untuk mencoba. Untuk maju. Untuk salah.
โSaya sangat mengapresiasi TK Santa Theresia yang telah memberikan wadah bagi anak-anak untuk berani tampil, percaya diri, dan mengenal budaya sejak dini,โ tambahnya.
Kepada para siswa, ia menyampaikan pesan yang sederhana.
โSelamat berunjuk bakat. Jangan takut salah, yang penting bergembira. Kalian semua adalah bintang hari ini,โ ucapnya.
Usai sambutan, satu per satu penampilan kembali dimulai. Lagu dinyanyikan dengan nada yang kadang meleset. Puisi berbahasa Mandarin dibacakan dengan jeda yang hati-hati. Tarian bertema Imlek bergerak serempak, lalu sedikit terlambat, lalu serempak lagi. Sebuah drama singkat menutup rangkaian acara.
Setiap penampilan disambut tepuk tangan. Kamera tetap menyala. Panggung kecil itu, siang itu, menampung keberanian yang sedang belajar tumbuh.



