Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Karhutla, Pemkot Pangkalpinang Perkuat Kesiagaan Bersama TNI-Polri

Share:

PANGKALPINANG – Cuaca panas dan minimnya curah hujan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pangkalpinang. Pemerintah kota pun memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pencegahan karhutla yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan di Pangkalpinang, Selasa (8/9/2026).

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi penting karena potensi kebakaran meningkat seiring kondisi cuaca yang masih panas dan lahan yang semakin kering.

“Rapat koordinasi ini tentu untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi yang telah berlangsung selama ini, terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Saparudin.

Lahan Kering Dekat Permukiman Jadi Perhatian

Menurut Saparudin, suhu udara di Pangkalpinang pada siang hari berada di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius. Sementara pada malam hari, suhu berkisar 26 hingga 28 derajat Celsius.

Belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir turut membuat sejumlah kawasan menjadi lebih kering dan berisiko terbakar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian lahan kering berada tidak jauh dari permukiman warga maupun kawasan perkantoran. Api yang tidak segera dikendalikan dikhawatirkan dapat merembet dan menimbulkan dampak lebih luas.

“Lahan-lahan kering itu cukup luas dan bahayanya ketika berada di sekitar rumah penduduk dan area perkantoran. Kalau sampai merembet ke perumahan atau perkantoran tentu sangat berbahaya,” ujarnya.

Pemkot Pangkalpinang, kata Saparudin, tidak dapat menghadapi ancaman karhutla sendirian. Dukungan kepolisian, TNI, perusahaan, dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

Meski wilayah Pangkalpinang relatif mudah dijangkau dengan waktu tempuh antarkawasan sekitar 15 hingga 20 menit menggunakan kendaraan, persoalan dapat menjadi lebih kompleks apabila kebakaran muncul secara bersamaan di sejumlah titik.

“Kalau terjadinya serentak di beberapa titik, itu juga menjadi kewalahan,” katanya.

Sarana Terbatas, Intensitas Penanganan Tinggi

Selain ancaman kebakaran yang dapat muncul di beberapa lokasi sekaligus, pemerintah kota juga menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana penanganan kebakaran.

Saparudin mengungkapkan sejumlah kendaraan operasional bahkan sempat mengalami kerusakan karena tingginya intensitas penggunaan saat menangani kebakaran.

“Kemarin juga sempat rusak karena terlalu tinggi intensitas kerjanya. Kita segera perbaiki. Terima kasih kepada teman-teman dari instansi lain yang juga mendukung dengan fasilitas dan peralatan sarana prasarana pendukung,” ujarnya.

Dari sisi personel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memiliki sekitar 90 personel. Lebih dari separuh jumlah tersebut bertugas langsung di lapangan.

Kekuatan personel tersebut menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas masih berlangsung.

Antisipasi Kelalaian hingga Pembakaran Sengaja

Tak hanya memperkuat penanganan di lapangan, Pemkot Pangkalpinang juga meminta dukungan TNI dan Polri dalam aspek pengamanan serta penelusuran penyebab kebakaran.

Saparudin mengatakan karhutla dapat dipicu oleh berbagai faktor. Selain kelalaian, seperti membuang puntung rokok atau membakar sampah, pemerintah juga mewaspadai kemungkinan adanya pembakaran lahan secara sengaja.

“Karhutla itu tidak hanya faktor terbakar secara tidak sengaja. Kalau tidak sengaja mungkin karena membuang puntung rokok atau membakar sampah kemudian tertiup angin. Tapi ada juga yang mungkin sengaja karena mau membuka atau membersihkan lahan,” katanya.

Ia menegaskan praktik pembakaran lahan secara sengaja tidak diperbolehkan. Jika ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan, pemerintah akan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Kami serahkan kepada kepolisian untuk melakukan investigasi terkait mereka yang secara sengaja melakukan kebakaran,” ujar Saparudin.

Dengan kondisi cuaca yang masih panas, pemerintah meminta kesiapsiagaan seluruh pihak terus diperkuat. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi ancaman bagi permukiman, fasilitas publik, maupun aktivitas masyarakat di Pangkalpinang. (Rz)

Sumber: pemred.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu