Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

Khairul Edi Hanafi Ajak Penambang Beltim Jaga Kondusivitas: Jangan Ulangi Kejadian 7 Agustus

Share:

BELITUNG TIMUR – Masyarakat, khususnya para penambang di Kabupaten Belitung Timur, diajak menjaga keamanan dan kondusivitas daerah serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Ajakan tersebut disampaikan Khairul Edi Hanafi, warga Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung. Ia menilai stabilitas daerah menjadi faktor penting agar kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.

“Kami mengajak seluruh warga Belitung Timur untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, kestabilan, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Apa yang telah terjadi hendaknya menjadi cambuk bagi kita untuk berbuat lebih baik ke depan,” kata Khairul.

Menurutnya, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaiannya harus dilakukan secara bijak dengan mengedepankan musyawarah serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan gejolak.

Minta Penambang Hargai Upaya Pemerintah

Khairul secara khusus mengajak masyarakat penambang menghargai langkah pemerintah dan berbagai pihak yang berupaya menjaga stabilitas sektor pertimahan di Belitung Timur.

Ia menyebut pemerintah pusat maupun daerah terus berikhtiar mencari solusi terhadap persoalan pertambangan, termasuk terkait harga timah serta keberlangsungan pembelian hasil tambang masyarakat.

“Teman-teman penambang, mari kita hargai kerja keras pemerintah. Orang-orang tua kita yang ada di pusat maupun di daerah, khususnya di Belitung Timur, telah berikhtiar menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengupayakan agar harga timah dan pembeli di lapangan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Khairul menilai kondisi daerah yang aman akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja dan menjalankan kegiatan ekonomi tanpa gangguan.

Karena itu, ia turut mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh unsur masyarakat mengambil peran dalam menjaga ketertiban dan persatuan.

“Untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, mari kita bergandeng tangan menjaga keamanan dan stabilitas agar semuanya dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kedepankan Dialog dan Musyawarah

Khusus kepada masyarakat penambang di Desa Batu Penyu, Khairul mengingatkan agar persoalan yang muncul di lapangan tidak langsung disikapi secara sepihak.

Menurutnya, dialog dan musyawarah harus menjadi pilihan utama sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak luas.

“Kalau ada hal-hal di lapangan yang kurang berkenan, mari kita duduk bersama dan bermusyawarah. Jangan mengambil keputusan sendiri-sendiri karena kita memiliki pemerintah, pihak yang mengayomi, dan pihak yang membantu kita. Jangan merasa berjalan sendiri sehingga membuat keputusan yang nantinya berakibat fatal pada diri sendiri,” tegasnya.

Kejadian 7 Agustus Jadi Pelajaran

Khairul berharap peristiwa unjuk rasa pada 7 Agustus lalu menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Belitung Timur.

Ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta kesepakatan bersama.

“Jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kejadian 7 Agustus kemarin terulang kembali. Mari kita kembalikan Belitung Timur seperti sebelumnya, damai dan guyub,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mempertahankan karakter Belitung yang dikenal menjunjung kebersamaan, kesantunan, budi pekerti, dan adab.

Menurut Khairul, situasi yang damai dan kondusif dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

“Kalau Belitung Timur kembali damai dan guyub seperti biasanya, sebagaimana yang diajarkan orang-orang tua kita, insyaallah rezeki dan keberkahan akan kembali hadir untuk masyarakat,” katanya.

Khairul berharap seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa sebelumnya sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan melakukan evaluasi bersama.

“Sekali lagi, setelah kejadian kemarin, mari kita jadikan itu sebagai cambuk dan pemikiran untuk ke depan. Jangan sampai terulang kembali hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (Rz)

Sumber: pemred.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu