Administrasi, Regulasi, dan Harapan Koperasi di Belitung

PT TIMAH Tbk kembali membuka ruang dialog soal kemitraan koperasi. Kali ini menyasar koperasi desa, kelurahan, dan koperasi pertambangan di Belitung serta Belitung Timur, melalui sebuah sosialisasi yang berlangsung di sebuah hotel di pusat Kota Tanjungpandan, Kamis, 29 Januari 2026.

Puluhan koperasi hadir. Jumlahnya 25, berasal dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi tambang di dua kabupaten. Pemerintah daerah ikut duduk di ruangan yang sama. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Annyta, hadir bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belitung Timur, Zikril.

Membaca Ulang Peta Koperasi

Di hadapan peserta, PT TIMAH Tbk menghadirkan Sopiar, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia memaparkan perkembangan koperasi, sekaligus menempatkan kemitraan sebagai proses yang menuntut kesiapan organisasi.

Sosialisasi serupa sebelumnya sudah dilakukan di Pulau Bangka. PT TIMAH Tbk juga membentuk layanan kantor koperasi, yang disiapkan untuk membantu pemenuhan persyaratan administrasi.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Pembinaan sebagai Titik Awal

Zikril menyebut pemerintah daerah berkomitmen menata ulang peran dalam penyediaan fasilitas lahan dan kebutuhan dasar bagi koperasi desa. Ia menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan, bukan sekadar pertemuan administratif.

“Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan dan kemitraan agar para pengurus koperasi memiliki kemampuan manajerial dan memahami regulasi agar dapat menjalankan koperasi desa merah putih.”

Ia menekankan bahwa kemitraan tidak berdiri sendiri.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

“Kemitraan ini harus diperkuat antara PT TIMAH Tbk, ESDM, Kementerian Koperasi dan Desa. Ini merupakan hal yang baru dan koperasi ini harus dibina sehingga mereka harus dipahami dengan kemampuan manajerial dan regulasi agar tidak ketakutan. Kita mencoba meningkatkan kompetensi para koperasi ini,” katanya.

Harapannya sederhana. Materi yang diterima dapat dipahami, lalu diteruskan kepada anggota koperasi.

Dari Sosialisasi ke Harapan

Bagi peserta, sosialisasi ini dibaca sebagai penjelasan atas proses yang selama ini terasa rumit. Rudy dari KDMP Desa Selinsing menyebut kegiatan ini membantu mereka memahami pola kemitraan yang ditawarkan.

“Dengan adanya sosialisasi seperti ini kami jadi lebih paham bagaimana pola dan sistem kerja sama kemitraan dengan PT TIMAH Tbk, karena memang kami sudah mengubah akta koperasi dan kami juga sudah bekerja dengan mitranya PT TIMAH,” katanya.

Pengembangan Kasus Tambang Pondi, Dirut dan PJO CV Tiga Saudara Resmi Jadi Tersangka

Ia berharap pendampingan tidak berhenti pada sosialisasi.

“Semoga PT TIMAH Tbk terus mendampingi dan membimbing kami dalam membesarkan KDMP, semoga nantinya dengan bermitra dengan PT TIMAH Tbk KDMP kami akan lebih maju,” ucapnya.

Nada serupa disampaikan Fahrulliansyah, Ketua KDMP Badau. Ia menilai sosialisasi ini memberi gambaran lebih jelas tentang syarat administratif yang harus dipenuhi.

“Kita jadi lebih paham apa yang harus dipersiapkan dan kita juga akan musyawarah dengan anggota, kalau setuju untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar koperasi dan melakukan penyesuaian. Semoga kolaborasi dengan PT TIMAH diharapkan dapat lebih memberdayakan dan menyejahterakan anggota,” ucapnya.