Tangan Korban Nyaris Putus, Keluarga Minta Polisi Segera Amankan Pelaku

Korban penganiayaan berat asal Kabupaten Bangka Selatan menjalani perawatan intensif setelah pergelangan tangan kirinya nyaris putus akibat sabetan senjata tajam. Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian dan kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kondisi Korban

Korban bernama Kanang, 46 tahun, dirawat secara intensif di Rumah Sakit Siloam Bangka Belitung. Ia telah menjalani perawatan selama sekitar satu pekan. Pergelangan tangan kiri korban mengalami luka bacok berat dan hingga kini belum dapat digerakkan secara normal. Luka tersebut mengharuskan korban menjalani penanganan medis lanjutan berupa operasi.

Peristiwa Penganiayaan

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026. Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh seorang pemuda. Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Junjung Besaoh sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit swasta untuk perawatan lanjutan.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Laporan Kepolisian

Keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Bangka Selatan. Laporan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STTLP/B/12/I/2026/SPKT Polres Bangka Selatan tertanggal 23 Januari 2026. Perkara ini dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

โ€œKasus yang menimpa ayah saya sudah dilaporkan ke Polres Bangka Selatan sepekan lalu,โ€ kata Galu Rahmadini.

Identitas Terduga Pelaku

Keluarga menyebut korban mengetahui identitas terduga pelaku. Pelaku disebut merupakan orang yang dikenal oleh korban. Hingga saat ini, belum ada informasi penangkapan terhadap terduga pelaku.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

โ€œPelaku ini temannya ayah saya. Saya memang tidak kenal, tapi ayah saya kenal,โ€ ungkapnya.

Beban Keluarga Korban

Ketiadaan perkembangan penanganan perkara serta belum adanya itikad baik dari pihak terduga pelaku membuat keluarga korban berada dalam tekanan. Biaya perawatan medis disebut terus meningkat dan membebani kondisi ekonomi keluarga. Keluarga juga mengaku telah mengajukan permohonan perlindungan dan bantuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dan masih menunggu tindak lanjut.

โ€œKami sudah kehabisan uang untuk biaya rumah sakit. Bahkan sampai berencana menjual rumah,โ€ tuturnya.

Tahap Penyelidikan

Pengembangan Kasus Tambang Pondi, Dirut dan PJO CV Tiga Saudara Resmi Jadi Tersangka

Kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan berat tersebut. Perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan identitas terduga pelaku telah diketahui oleh penyidik.

โ€œPelaku belum diamankan. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,โ€ ujar Bagas.

Berdasarkan laporan Bangka Pos.