Belitung Timur – Seorang siswa kelas XI harus menahan perih di mata setiap kali pelajaran dimulai. Air mata sering muncul bukan karena emosi, melainkan gangguan penglihatan yang perlahan mengganggu jarak pandang dan konsentrasi belajar. Situasi itu terjadi pada Anggun Lestari, siswa SMAN 1 Damar, di Belitung Timur.
Bantuan biaya pengobatan kemudian diserahkan PT TIMAH Tbk untuk mendukung proses pengobatan yang dijalani Anggun. Harapannya sederhana: gangguan tersebut tidak terus menghambat aktivitas belajar. Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan sekolah, disaksikan Kepala SMAN 1 Damar, Nizar, bersama para guru, Jumat (30/1/2026).
Gangguan yang Mengganggu Ritme Belajar
Menurut Nizar, kondisi penglihatan Anggun cukup terasa dampaknya di kelas. Mata yang sering berair membuat jarak pandang terganggu, terutama saat membaca dan mengikuti pelajaran.
โKalau mau belajar, matanya sering berair sehingga menghambat pembelajaran. Padahal tahun depan Anggun akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan ujian, jadi kondisi ini harus segera ditangani,โ ujar Nizar.
Prestasi dan Keterbatasan
Di sisi lain, Anggun dikenal sebagai siswa dengan semangat belajar tinggi. Ia berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, namun catatan prestasinya di sekolah tetap terjaga. Kondisi inilah yang mendorong pihak sekolah mengajukan bantuan.
โAnaknya, rajin, dan berprestasi. Orang tuanya menyampaikan kendala biaya pengobatan melalui guru, lalu kami koordinasikan. Karena ini menyangkut penglihatan dan masa depan pendidikannya, Anggun kami nilai layak untuk dibantu,โ jelasnya.
Bantuan yang Datang dari Beberapa Arah
Nizar menambahkan, dukungan PT TIMAH Tbk sebelumnya juga menyentuh sekolah mereka, salah satunya melalui pembangunan gerbang sekolah. Bantuan kali ini berbeda bentuk, namun berada pada jalur yang sama.
โAtas dasar itu, kami sangat bersyukur PT TIMAH Tbk hadir memberikan bantuan. Ini bukan hanya bantuan sarana prasarana, tapi menyentuh langsung proses pendidikan dan kebutuhan nyata siswa,โ katanya.
Dampak yang Diharapkan
Ia pun menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan yang selama ini hadir di wilayah lingkar tambang. Bantuan tersebut dinilai memberi ruang bagi Anggun untuk kembali fokus pada pelajaran.
โTerus terang kami sangat berterima kasih. Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar bagi Anggun. Harapannya, dengan pengobatan ini Anggun bisa terus belajar dengan baik dan mempertahankan prestasinya. Alhamdulillah, ini bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dan masyarakat,โ tutup Nizar.


