PANGKALPINANG – Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin S.E., hadir di sebuah open house yang digelar TK Islam Al Azhar. Jumat (6/2/2026) itu, rutinitas sekolah bergeser. Ruang belajar berubah menjadi ruang temu, tempat murid, orang tua, dan sekolah saling berhadapan tanpa sekat.
Anak-anak berada di tengah. Mereka bergerak, bermain, dan diperhatikan. Di sekelilingnya, orang tua dan guru mengambil peran masing-masing, menyimak, mendampingi, dan sesekali menunggu.

Ketika bermain menjadi bahasa pendidikan
Open house diisi dengan berbagai lomba antar murid TK se-Kota Pangkalpinang. Sejumlah TK dari Kecamatan Gabek ikut bergabung. Perlombaan berlangsung sederhana, namun penuh perhatian. Anak-anak mengikuti kegiatan edukatif dengan antusias, orang tua hadir mendampingi, dan suasana menjadi meriah tanpa kehilangan arah.
Di sela kegiatan, Susanti menyampaikan pandangannya tentang makna pertemuan semacam ini dalam pendidikan anak usia dini.
โKegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga menjadi momen mengenalkan nilai kebersamaan kepada anak-anak sejak dini,โ ujarnya.

Sekolah yang melibatkan rumah
Bagi Susanti, kehadiran orang tua di sekolah bukan sekadar formalitas. Keterlibatan itu menandai bahwa proses tumbuh kembang anak tidak berhenti di ruang kelas. Ia berlangsung lebih utuh ketika rumah dan sekolah berada dalam satu jalur yang sama.
Open house juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan kurikulum yang diterapkan di TK Islam Al Azhar. Sekolah tidak hanya menampilkan diri, tetapi memperlihatkan cara kerjanya.

Menanam dari usia paling awal
Susanti memandang pendidikan sebagai pondasi utama pembentukan karakter. Dari kegiatan yang tampak ringan, arah jangka panjang mulai disusun.
Ia berharap pendidikan yang baik dapat menumbuhkan anak-anak yang berintegritas, berakhlak mulia, dan kelak mampu menjadi pemimpin yang baik. Harapan itu disampaikan tanpa gegap gempita, seiring langkah kecil anak-anak yang hari itu belajar sambil bermain.


