Satu Meja, Dua Kota, Sepuluh Program: Langkah Susanti Saparudin

Sebuah kunjungan dilakukan. Tujuannya sederhana di atas kertas: belajar, menambah referensi, lalu membawa pulang praktik yang dianggap baik.

Di Sekretariat TP PKK Kota Palembang, Kamis (12/2/2026), Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, S.E., datang untuk studi tiru. Agenda itu disebut sebagai upaya memperkaya wawasan dan mengadopsi program yang telah dijalankan TP PKK Kota Palembang.

Sambutan berlangsung hangat. Ketua TP PKK Kota Palembang, Ny. Dewi Ratu Dewa, bersama jajaran pengurus menerima kedatangan rombongan. Suasana pertemuan digambarkan akrab, dengan diskusi mengenai penguatan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Belajar dengan Melihat Langsung

Susanti Saparudin menyampaikan bahwa studi tiru menjadi langkah strategis untuk melihat langsung inovasi dan program unggulan yang dapat diadaptasi serta dikembangkan di Kota Pangkalpinang.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Pertemuan itu tidak hanya membahas program inti PKK. Perbincangan meluas pada peran Ketua TP PKK, sinergi di bidang Dekranasda, PAUD, Bunda Literasi, hingga Bunda Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan). Bidang-bidang yang selama ini berjalan di daerah masing-masing, kini diletakkan di satu meja yang sama.

Berbagai praktik baik dari TP PKK Kota Palembang dipaparkan. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan program pemberdayaan keluarga di Pangkalpinang.

Komitmen yang Ditegaskan

Melalui kunjungan ini, TP PKK Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antarpengurus. Kolaborasi dan jejaring kerja antar TP PKK daerah diperluas. Peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga dan masyarakat kembali disebutโ€”dengan bekal catatan dari kunjungan yang sehari itu berlangsung di Palembang.