Di tengah agenda keselamatan dan kesehatan kerja, PT TIMAH Tbk membuka ruang yang berbeda di lobi Division Processing and Refinery mereka di Bangka Barat, Rabu (11/2/2026). Bukan rapat. Bukan evaluasi produksi. Melainkan antrean karyawan yang menggulung lengan baju.
Perusahaan berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka Barat menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 di lingkungan PT TIMAH Tbk.
Karyawan, karyawati, hingga mahasiswa magang ikut terlibat. Aktivitas yang biasanya berkutat pada target kerja, pagi itu bergeser pada kantong-kantong darah yang terkumpul.

Dari Momentum ke Kebiasaan
Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Jovita Sari Metkono, menyebut PT TIMAH Tbk sebagai salah satu mitra strategis yang konsisten membantu pemenuhan stok darah.
โSelama ini PT TIMAH Tbk rutin bersinergi dengan PMI Bangka Barat, terutama pada kegiatan ulang tahun perusahaan melalui kegiatan donor darah,โ katanya.
Menurut Jovita, pola kerja sama tahun ini berubah. Donor darah tidak lagi hanya hadir di momen tertentu. Kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap tiga bulan sekali melalui layanan mobile unit PMI di area operasional PT TIMAH Tbk.
โKami memiliki kesepahaman dengan manajemen PT TIMAH Tbk terkait gaya hidup sehat sekaligus upaya membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Ke depan, donor darah akan dilakukan secara berkala,โ jelasnya.
PMI mengapresiasi dukungan perusahaan yang memfasilitasi layanan mobile unit di area kerja. Harapannya sederhana: stok darah bagi masyarakat Bangka Barat tetap terjaga.
โHarapannya, kegiatan ini dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat Bangka Barat,โ tambahnya.
Jovita juga melihat kebiasaan donor darah mulai tumbuh di kalangan karyawan, bahkan di luar agenda resmi perusahaan.
โBeberapa karyawan PT TIMAH Tbk sudah rutin menjadi pendonor, termasuk donor pengganti ketika ada kebutuhan darah dari rumah sakit,โ ungkapnya.
Dengan jumlah karyawan yang cukup besar di wilayah Bangka Barat, ia berharap partisipasi dapat terus meningkat.
โMenjadi pahlawan tidak harus ke medan perang. Dengan cara sederhana seperti mendonorkan darah, kita sudah bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Jangan takut donor darah, manfaatnya jauh lebih besar dibanding rasa sakitnya, dan donor darah itu gratis,โ pungkasnya.
Di antara para pendonor, Amanda, mahasiswi magang di PT TIMAH Tbk, mengaku senang dapat ikut ambil bagian.
โSemoga darah yang saya donor bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Senang rasanya bisa berbagi kebaikan,โ ujarnya.


