PT TIMAH (Persero) Tbk kembali membuka etalase digitalnya. Bukan untuk produk tambang, melainkan untuk produk UMKM. Kali ini momentum Ramadhan 1447 Hijriah dipilih sebagai panggungnya.
Melalui program bertajuk Lapak TINS, perusahaan menghadirkan ruang promosi gratis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk-produk lokal dipromosikan lewat media sosial resmi perusahaan, khususnya akun Instagram @officialtimah yang telah diikuti puluhan ribu pengguna.
Program ini bukan hal baru. Tahun ini menjadi tahun ketiga Lapak TINS digelar, setelah sebelumnya berbagai produk UMKM turut dipromosikan di Instagram perusahaan.
Lapak TINS memanfaatkan fitur Instagram Story sebagai medium utama. Pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya tanpa biaya promosi. Sebuah strategi digital yang disebut perusahaan sebagai bagian dari transformasi digital sekaligus komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ruang Digital di Musim Belanja
Ramadhan dipandang sebagai waktu yang tepat. Aktivitas konsumsi meningkat. Pergerakan pasar lebih ramai dari biasanya.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menyebut periode ini sebagai momen strategis.
โDengan dukungan promosi digital, diharapkan para pelaku UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, tidak hanya di daerah lokal tetapi juga di seluruh Indonesia,โ ujar Anggi.
Promosi melalui Instagram PT Timah (Persero) Tbk berlangsung sepanjang Ramadhan, mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026.
Cara Mengikuti Lapak TINS
Perusahaan membuka kesempatan bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk ikut serta. Mekanismenya sederhana.
Pelaku UMKM cukup membuat Instagram Story yang menampilkan produk mereka, kemudian menandai akun @officialtimah dan menggunakan tagar #LapakTINS. Produk yang dipromosikan harus merupakan milik sendiri, bukan reseller. Peserta juga wajib mencantumkan asal daerah (kabupaten/kota) serta nomor telepon yang dapat dihubungi.
Konten yang memenuhi ketentuan tersebut berkesempatan direpost melalui Instagram Story resmi perusahaan tanpa dipungut biaya.

Di tengah periode yang dikenal sebagai puncak konsumsi masyarakat, Lapak TINS kembali hadir. Produk UMKM ditampilkan di layar ponsel para pengikut akun perusahaan. Selebihnya, pasar yang akan berbicara.


