Klaster pertama terpantau bergerak menuju wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan.
“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelas BMKG.
Sementara itu, klaster lainnya terpantau pada lapisan yang lebih tinggi, yakni dari permukaan hingga sekitar 50.000 kaki. Sebaran tersebut bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.
Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, wilayah selatan Selat Sunda serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi abu cukup pekat, menggunakan masker, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan PVMBG terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.


