BANGKA TENGAH – PT TIMAH Tbk kembali menyalurkan bantuan alat tangkap nelayan. Kali ini sasarannya adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Pesisir Dusun Kedimpel, Desa Baskara Bakti, yang sehari-hari melaut di perairan Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.
Bantuan yang diserahkan disesuaikan dengan kebutuhan nelayan. Isinya beragam: jaring ikan, jaring udang, jaring kepiting, batu pemberat, serta perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan itu ditujukan untuk menunjang aktivitas melaut dan mendorong peningkatan hasil tangkapan.
Musim yang Berganti, Alat yang Menyesuaikan
Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Dusun Kedimpel, M. Riduan, menjelaskan bahwa pola tangkapan nelayan di wilayah tersebut sangat bergantung pada musim. Ada masa kepiting, ada masa udang, ada pula masa ikan. Setiap musim menuntut jenis jaring yang berbeda.
Ketersediaan berbagai jaring menjadi penting agar nelayan tetap bisa melaut meski kondisi perairan berubah. Namun sebagai nelayan tradisional, hasil tangkapan yang diperoleh umumnya hanya cukup untuk kebutuhan harian. Membeli beberapa jenis jaring sekaligus bukan perkara mudah.
“Nelayan memang harus punya beberapa jenis jaring karena ada musimnya masing-masing. Kalau beli sekaligus harganya lumayan apalagi jaring udang lumayan mahal. Biasanya kalau mau beli jaring ini mikirin biaya kalau beli juga paling sedikit-sedikit,” katanya.
Riduan menyebut bantuan dari PT TIMAH Tbk memberi ruang bernapas. Peralatan yang sebelumnya sulit dijangkau kini bisa digunakan bersama oleh kelompok.
“Dengan adanya bantuan dari PT TIMAH Tbk, kami sangat terbantu untuk melengkapi alat tangkap. Kami senang dan Alhamdulillah, terima kasih kepada PT TIMAH Tbk. Semoga bantuan seperti ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Jaring Baru, Hasil Berubah


