Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

Dukung Mata Pencaharian Masyarakat Pesisir, PT TIMAH Bagikan Jaring kepada 30 Nelayan Tradisional Kelurahan Sawang

Share:

KARIMUN – PT TIMAH (Persero) Tbk terus menggerakkan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir melalui dukungan bagi penguatan mata pencaharian nelayan. Ikhtiar itu antara lain diwujudkan dengan menyerahkan bantuan alat tangkap kepada Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan berupa jaring ikan tersebut dimanfaatkan oleh kelompok nelayan untuk menangkap ikan biang dan ikan lome. Sebanyak 30 nelayan menjadi penerima manfaat dari bantuan PT TIMAH ini.

Melalui bantuan tersebut, hasil tangkapan ikan diharapkan dapat meningkat sehingga turut memperkuat penghasilan utama para nelayan, terlebih mereka yang menerima bantuan merupakan nelayan tradisional.

Jaring Baru Menopang Ikhtiar Nelayan

Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengatakan bantuan itu sangat membantu para nelayan, terutama di tengah keadaan hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari.

Ia menjelaskan, Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang memiliki lebih dari 100 anggota. Namun, dalam penyaluran bantuan kali ini, pihaknya mendahulukan 30 nelayan yang dinilai aktif melaut dan benar-benar menggantungkan kehidupan pada hasil tangkapan ikan.

Menurut Jumari, sebagian besar nelayan di Kelurahan Sawang merupakan nelayan tradisional yang menggunakan sampan sebagai sarana utama untuk mencari ikan di perairan sekitar Kundur Barat.

Hasil tangkapan yang tidak menentu membuat pendapatan nelayan turut naik dan turun. Ketika tangkapan cukup banyak, mereka dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik. Namun, tidak jarang pula para nelayan harus kembali ke daratan dengan hasil yang terbatas.

“Rata-rata nelayan di sini masih tradisional. Mereka menggunakan sampan untuk mencari nafkah di laut. Hasilnya juga tidak tentu. Kalau hasil tangkapan lebih banyak, pendapatan mereka tentu lebih baik,” katanya.

Meringankan Beban Pengadaan Alat Tangkap

Jumari mengungkapkan, permohonan bantuan jaring diajukan karena para nelayan membutuhkan sarana tangkap yang layak. Sebagian jaring yang selama ini mereka gunakan telah mengalami kerusakan akibat pemakaian.

Lebih lanjut dijelaskannya, biaya untuk membeli jaring baru terbilang cukup besar bagi nelayan. Pengadaan satu utas jaring beserta upah pembuatannya dapat mencapai sekitar Rp500 ribu. Sementara itu, melalui bantuan tersebut, setiap nelayan memperoleh sekitar lima utas jaring.

“Kalau membeli satu utas jaring sekaligus dengan upahnya bisa hampir Rp500 ribu. Sekarang satu nelayan bisa mendapatkan lima utas. Ini sangat membantu karena kondisi jaring yang lama sudah banyak yang rusak,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kebutuhan akan sarana tangkap tersebut memang cukup mendesak. Dengan menggunakan jaring baru, kegiatan melaut para nelayan dapat berlangsung lebih optimal.

“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Jadi kami berharap ini bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Memang sangat membutuhkan. Kalau membeli sendiri bukan berarti tidak mampu, tetapi masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi lebih dulu. Apalagi hasil tangkapan nelayan tidak menentu,” katanya.

Sinergi di Pesisir Kundur Barat

Menurut Jumari, kegiatan perusahaan dan kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan apabila dibangun melalui komunikasi serta sinergi yang baik.

“Saya berpikir positif. Wilayah Kundur Barat ini juga tempat nelayan mencari ikan. Kalau semua bisa saling memahami, tidak saling mengganggu, dan punya itikad untuk membantu, seharusnya bisa saling bersinergi,” tuturnya.

Ia berharap dukungan yang diberikan PT TIMAH dapat terus mendatangkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya sinergi antara perusahaan dan warga di sekitar wilayah operasional.

“Mudah-mudahan ke depannya perusahaan semakin maju sehingga bisa berkontribusi untuk negara dan masyarakat, sehingga kita bisa sama-sama mendapatkan manfaat,” harapnya. (Rz)

Sumber: pemred.com
Share:

Berita Lainnya

Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data 12 Ton Pasir Timah Hendak Dibawa ke Malaysia, Nama Bambang Muncul dalam Pemeriksaan Bea Cukai di Perairan Natuna

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu