Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

PT TIMAH Hidupkan Kawasan Tugu Mihrab, Ikon Desa Cupat Kini Ditata untuk Ruang Publik hingga Potensi Wisata

Share:

BANGKA BARAT – Guna menyokong kemajuan daerah di wilayah operasional perusahaan, PT TIMAH (Persero) Tbk terus memberikan dukungan bagi pengembangan sarana dan prasarana masyarakat, termasuk di Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Salah satu wujud dukungan tersebut hadir melalui pengembangan kawasan Tugu Mihrab, yang selama ini menjadi salah satu ikon Desa Cupat. Sebelumnya, PT TIMAH juga telah turut mendukung pembangunan tugu tersebut.

Kini, kawasan Tugu Mihrab kembali mendapat sentuhan pengembangan. Bagian tugu yang mengalami kerusakan diperbaiki, sementara kawasan di sekelilingnya ditata menjadi taman agar tampak lebih tertib sekaligus memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui dukungan PT TIMAH itu, Tugu Mihrab diharapkan tidak sekadar berdiri sebagai ikon desa, melainkan turut tumbuh menjadi ruang publik yang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Tugu Lama Bersolek, Ruang Publik Mulai Ditata

Kepala Desa Cupat, Gegha Khris Kharishma, mengatakan pengembangan Tugu Mihrab bukan semata-mata untuk memperbaiki rupa fasilitas yang telah ada. Penataan tersebut juga diarahkan agar kawasan itu menjadi ruang publik yang lebih teratur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Awalnya tugu ini dibangun oleh PT TIMAH beberapa tahun lalu. Sekarang kami percantik lagi, termasuk memperbaiki bagian yang rusak dan menata kawasan di sekitarnya menjadi taman dengan dukungan PT TIMAH,” ujar Gegha.

Menurutnya, kehadiran taman di sekitar tugu membawa fungsi yang lebih luas. Selain memperindah kawasan di depan kantor desa, taman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitar fasilitas desa.

Gegha menjelaskan, Tugu Mihrab berada di kawasan jalan bertikungan yang dinilai cukup rawan bagi pengguna jalan. Oleh sebab itu, penataan taman di kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendorong para pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintas.

“Daerah ini rawan kecelakaan karena kondisi jalannya merupakan tikungan. Dengan adanya taman, kami berharap pengendara bisa lebih pelan ketika melintas sehingga kawasan ini juga menjadi lebih aman,” katanya.

Jejak Timah Terpatri pada Ikon Desa

Bagi Desa Cupat, Tugu Mihrab memiliki nilai tersendiri dan diharapkan terus menjadi salah satu ikon desa. Bentuk tugu yang menyerupai mangkok keruk menjadi bagian dari identitas kawasan yang memiliki sejarah panjang dengan aktivitas pertambangan timah.

“Tugu Mihrab ini kami harapkan menjadi ikon Desa Cupat. Bentuknya juga menggambarkan mangkok keruk yang identik dengan sejarah pertambangan timah di daerah ini,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah desa turut membuka peluang agar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang yang lebih produktif. Salah satu rencana yang diharapkan dapat diwujudkan ialah melibatkan kelompok perempuan melalui pengembangan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

“Ke depan, kami berharap ibu-ibu PKK bisa ikut merawat dan mengembangkan taman ini. Misalnya dengan membuat taman TOGA sehingga kawasan ini tidak hanya menjadi taman biasa, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Gegha menilai, penataan kawasan Tugu Mihrab akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan apabila fasilitas tersebut hanya berdiri sebagai sebuah tugu. Dengan hadirnya taman dan ruang terbuka di sekelilingnya, kawasan itu dapat menjadi tempat yang lebih menarik untuk dikunjungi masyarakat.

“Kami sangat terbantu karena kalau hanya tugu, pemanfaatannya tentu tidak terlalu produktif. Dengan adanya taman, ke depan kawasan ini bisa menjadi tempat wisata atau ruang berkumpul masyarakat,” katanya.

Menumbuhkan Rasa Memiliki di Tengah Masyarakat

Bagi Gegha, keberadaan taman juga menjadi salah satu jalan untuk membangun rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang berada di lingkungan mereka. Menurutnya, ketika masyarakat turut terlibat menjaga dan merawat fasilitas desa, keberlanjutan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan.

“Kalau ada taman, masyarakat bisa ikut menjaga dan merasa memiliki. Kalau semua merasa ikut menjaga, tentu akan ada rasa tanggung jawab. Masyarakat juga bisa saling memantau,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan PT TIMAH terhadap pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana di Desa Cupat. Menurutnya, dukungan perusahaan dapat membantu pemerintah desa mengoptimalkan berbagai fasilitas yang mempunyai nilai sejarah maupun manfaat bagi masyarakat.

Selain Tugu Mihrab, Kantor Desa Cupat juga menyimpan riwayat tersendiri. Bangunan yang kini digunakan sebagai kantor desa tersebut sebelumnya merupakan rumah sakit yang pernah dimiliki PT TIMAH.

“Kantor desa ini dulunya merupakan rumah sakit milik PT TIMAH. Sekarang bangunan tersebut kami optimalkan menjadi kantor desa dan fasilitas pelayanan bagi masyarakat,” kata Gegha.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan dapat terus terjalin dalam mengembangkan sarana serta prasarana desa.

Dengan penataan Tugu Mihrab beserta kawasan di sekelilingnya, Desa Cupat tidak hanya berupaya memperindah wajah desa, tetapi juga mengembangkan fasilitas yang memiliki fungsi sosial, keselamatan lingkungan, ruang publik, sekaligus potensi wisata. (Rz)

Sumber: pemred.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu