
PT TIMAH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Dua Desa di Nagekeo, Warga Terdampak Masih Bertahan dalam Kondisi Darurat
NAGEKEO – Tim Emergency Response Group (ERG) PT TIMAH (Persero) Tbk terus bergerak membawa bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga di Desa Maropokot dan Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PT TIMAH untuk meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih menghadapi dampak bencana. Selain kebutuhan pokok berupa sembako, bantuan turut mencakup tikar yang diperlukan warga dan para pelajar selama masih berada di tempat pengungsian maupun posko darurat.
Penyaluran bantuan juga menyentuh lingkungan pendidikan, salah satunya Madrasah Aliyah (MA) Nurusa’adah di Desa Maropokot.
Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat
Kepala Madrasah Aliyah Nurusa’adah, Ambo Taang, mengatakan kondisi masyarakat di Desa Maropokot dan Nangadhero hingga kini masih berada dalam situasi siaga. Sebagian warga memang telah kembali dari pengungsian, namun mereka belum berani menempati rumah masing-masing dan masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih bergantung pada posko besar dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keadaan tersebut membuat bantuan kemanusiaan masih sangat diperlukan oleh warga.
Ambo mengapresiasi bantuan yang diberikan PT TIMAH, terutama tikar yang dinilai sangat membantu warga dan para siswa selama berada di tempat pengungsian.
“Bantuan yang disalurkan pada hari ini sangat bermanfaat karena ada tikar. Sampai sekarang kami masih beralaskan tanah. Memang ada beberapa donatur lain yang sudah menyerahkan tikar, tetapi jumlahnya masih kurang. Ketika ditambah lagi, kami sangat bersyukur,” katanya.
Bencana Turut Berdampak pada Pendidikan
Ambo menjelaskan, bencana yang terjadi turut memberikan dampak terhadap aktivitas pendidikan. Wilayah pesisir Nangadhero sempat terdampak tsunami dengan gelombang yang relatif kecil. Meski demikian, dampaknya cukup besar bagi sebagian warga, termasuk para siswa.
“Khususnya siswa kami mayoritas berasal dari Nangadhero dan Maropokot yang terkena dampak tsunami. Walaupun tsunaminya kecil, namun menyebabkan beberapa peralatan belajar siswa hilang, seperti seragam, buku tulis dan buku pelajaran,” jelasnya.
Keadaan tersebut membuat kebutuhan pemulihan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat secara umum, tetapi juga oleh para pelajar yang kehilangan sejumlah perlengkapan belajar akibat bencana.
Harapan untuk Pemulihan Pendidikan
Ambo berharap kepedulian PT TIMAH dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan di wilayah yang terdampak.
“Kami mendoakan PT TIMAH sukses selalu dan mendapat banyak keberkahan dari Allah SWT. Untuk teman-teman yang menjadi bagian dari PT TIMAH, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga Allah selalu melindungi keluarga, melimpahkan rezeki dan memberikan banyak keberkahan,” tuturnya.






