Lewati ke konten utama
pemred.com
★★★★★ Official app

Sambut 81 Tahun Indonesia, Mahasiswa KKN UNMUH Babel Bawa Merah Putih ke Puncak Maras

Share:

BANGKA – Merah Putih menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) menuju Puncak Maras. Menjelang peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, mereka memilih titik tertinggi di Bangka Belitung itu untuk menyampaikan pesan kebangsaan.

Para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Berbura melakukan pendakian pada Minggu (16/8/2026). Bendera Merah Putih dibawa sejak awal perjalanan hingga akhirnya dikibarkan di Puncak Maras.

Pendakian tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa memaknai kemerdekaan. Bukan melalui kegiatan seremonial di dalam ruangan, tetapi dengan membawa simbol negara menembus jalur pendakian menuju puncak.

Perjalanan Merah Putih Menuju Puncak

Medan yang dilalui tidak seluruhnya mudah. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan hingga rombongan tiba di puncak dan membentangkan Merah Putih.

Ketua Kelompok KKN Desa Berbura, Zhorif Dzakwan, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Bagi mereka, peringatan HUT ke-81 RI sekaligus menjadi kesempatan mengingat kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan.

“Momentum HUT RI ke-81 ini kami jadikan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan. Melalui pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Maras, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai Indonesia, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujar Zhorif.

Dari Berbura, Mahasiswa Bawa Pesan Kebangsaan

Kegiatan mahasiswa tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Berbura. Kepala Desa Berbura mengapresiasi cara mahasiswa KKN menghadirkan kegiatan bernuansa kebangsaan di tengah program pengabdian mereka.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang telah menunjukkan semangat kebangsaan melalui kegiatan ini. Semoga aksi tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat,” ungkap Kepala Desa Berbura.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNMUH Babel melihat kegiatan tersebut dari sisi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, pelaksanaan KKN tidak hanya berkaitan dengan menjalankan program kerja di desa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja di desa, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan semangat akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan rasa cinta tanah air dalam satu kegiatan yang bermakna,” jelasnya.

Kemerdekaan dan Kelestarian Maras

Ada pesan lain yang dibawa dalam perjalanan tersebut. Mahasiswa KKN Desa Berbura turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian Puncak Maras.

Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata alam Bangka Belitung. Karena itu, semangat mencintai Indonesia juga mereka kaitkan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga kekayaan alam daerah.

Momen pengibaran bendera dan kebersamaan selama berada di Puncak Maras kemudian diabadikan sebagai kampanye positif untuk menumbuhkan nasionalisme sekaligus kepedulian terhadap alam.

Bagi mahasiswa KKN Desa Berbura, usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun tidak semestinya hanya diperingati sebagai agenda tahunan. Generasi muda juga memiliki bagian dalam mengisinya melalui karya, pengabdian, menjaga persatuan, dan merawat lingkungan.

Semangat “Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Indonesia” pun menjadi pesan yang mereka bawa turun dari Puncak Maras setelah Merah Putih berkibar di atas Bangka Belitung. (Red)

Sumber: pemred.com
Share:

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Kamu Harus TahuKamu Harus Tahu