Pemerintah kota juga mengajukan bantuan peralatan mesin ke pihak terkait guna mendukung proses tersebut. Penguatan teknis diposisikan sebagai pelengkap dari pengoperasian kembali fasilitas yang sudah ada.
Hitung-hitungan Kapasitas
Dalam skema yang dibayangkan, satu TPS3R mampu menangani sekitar 10 ton sampah per hari. Angka itu lalu diperbanyak secara matematis.
“Dengan 10 ton sampah per hari, kalau kita ada 10 saja yang seperti ini, maka persoalan sampah di Pangkalpinang insyaallah selesai. 10 itu berarti kita ada 100 ton,” jelasnya.
Volume sampah kota sendiri, menurutnya, rata-rata mencapai 100 ton per hari. Angka itu bisa melonjak pada hari raya atau hari besar.
Menambah Titik, Mengurangi Residu
Selain TPS3R Kawa Begawe, Pemkot Pangkalpinang berencana mengoperasikan dua TPS3R lain di Genas dan Semabung. Kapasitas keduanya lebih kecil, namun diharapkan menambah daya tampung pengolahan sampah kota.
“Dengan kita mengoperasikan ini, semakin sedikit sampah yang menjadi residunya,” pungkas Wali Kota.
Fasilitas lama kembali bergerak. Perhitungan kapasitas sudah disusun. Sisanya kini berada pada seberapa jauh mesin, kerja sama, dan volume harian itu benar-benar bertemu di lapangan.


