Setelah beberapa tahun tak terdengar kabarnya, sebuah fasilitas pengolahan sampah kembali dinyalakan. Bukan bangunan baru, melainkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kawa Begawe di Kelurahan Selindung, Pangkalpinang, yang pada Jumat (23/1/2026) mulai beroperasi lagi.
Fasilitas itu merupakan aset Pemerintah Kota Pangkalpinang. Selama ini sempat terbengkalai. Kini, ia diminta bekerja kembali di tengah timbunan sampah kota yang setiap hari mendekati angka 100 ton.
Mengaktifkan yang Pernah Diam
Wali Kota Prof. Saparudin mengatakan pengoperasian ulang TPS3R ini memang disengaja. Bukan sekadar peresmian, melainkan bagian dari upaya menangani volume sampah harian di ibu kota Provinsi Bangka Belitung.
“Sekarang kita akan operasikan ini secara optimal. TPS3R ini dengan sistem 3R, reduce, reuse, recycle. Jadi reduce mengurangi, kemudian reuse memanfaatkan kembali, mendaur ulang, kemudian recycle,” ujarnya.
Skema 3R itu diharapkan bekerja penuh, tidak berhenti di konsep. TPS3R Kawa Begawe ditargetkan menjadi salah satu titik yang menyerap aliran sampah kota sebelum berakhir sebagai residu.
Sampah Organik dan Mitra Lama
Untuk pengelolaan sampah organik, Pemkot Pangkalpinang menggandeng Forum Masyarakat Peduli Sampah (Formap). Organisasi ini disebut telah enam tahun mengelola sampah organik. Sampah yang masuk akan diolah menjadi kompos.
“Formap ini sudah cukup berpengalaman karena sudah 6 tahun mereka mengelola sampah organik. Kita nanti akan mengadakan MoU dan PKS dengan Formap,” kata Wali Kota.


