PEMRED.COM
PEMRED.COM Official App ★★★★★ GRATIS

Damkar Dihujani Batu hingga Rusak, Satpol PP Beltim Minta Maaf kepada Masyarakat

BELITUNG TIMUR – Datang untuk menjalankan tugas memadamkan api, satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Belitung Timur malah menjadi sasaran lemparan batu di tengah kericuhan aksi penambang di Kantor Operasional PT Timah Tbk, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Jumat (7/8/2026).

Kaca armada pemadam pecah dan kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat. Setelah kejadian itu, muncul sebuah ironi: Satpol PP Kabupaten Belitung Timur yang menaungi layanan pemadam kebakaran kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Permohonan maaf tersebut disampaikan karena kerusakan armada dikhawatirkan dapat memengaruhi pelayanan penanganan kebakaran apabila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan bantuan.

Datang Padamkan Api, Armada Damkar Dihujani Batu

Insiden bermula ketika aksi ribuan penambang dan warga di kawasan Kantor PT Timah Gantung berubah menjadi kericuhan.

Perempuan Golkar Naik Kelas, Hidayat Arsani Dorong KPPG Perkuat Barisan Politik

Sejumlah fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan. Api kemudian membakar bagian kantor dan Gudang Biji Timah (GBT) PT Timah hingga petugas Damkar dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Namun perjalanan armada menuju titik kebakaran tidak berjalan mulus. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan media di lokasi, mobil Damkar dilempari batu oleh sejumlah orang dari massa ketika tiba di depan kawasan GBT.

Massa juga disebut meminta kendaraan pemadam mundur. Akibat pelemparan tersebut, kaca mobil Damkar pecah dan kendaraan mengalami kerusakan.

Armada yang seharusnya digunakan untuk menghadapi kobaran api akhirnya ikut menjadi korban dari kericuhan.

Harga Timah Membaik Usai Aspirasi Disampaikan, Penambang Beltim Berharap PT TIMAH dan Masyarakat Terus Bersinergi

Sekda Beltim Soroti Kondisi Armada

Kerusakan mobil Damkar tersebut turut mendapat perhatian Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur, Erna Kunondo.

Laman: 1 2 3

× Advertisement
× Advertisement