Pendekatan yang ditekankan tidak hanya pada penanganan setelah terjadi permasalahan, tetapi juga melalui pembinaan, pengawasan, komunikasi, dan langkah pencegahan sejak dini.
Kehadiran kepolisian dalam forum pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya tenaga pendidik.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta turut menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai kondisi yang mereka hadapi di lingkungan sekolah masing-masing.
Sinergi Sekolah, Polisi dan Pemerintah
Selain materi mengenai perundungan, kekerasan terhadap anak, dan pencegahan narkoba, kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung.
Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kebijakan pendidikan terbaru yang berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Ketua Gugus Kabong, Masni, S.Pd.SD., mengatakan workshop tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung program sekolah ramah anak sekaligus membangun budaya sekolah yang positif dan berkarakter.
Kolaborasi antara tenaga pendidik, pemerintah daerah, kepolisian, orang tua, serta lingkungan masyarakat dinilai penting agar pencegahan berbagai persoalan terhadap anak dapat dilakukan secara menyeluruh.
Susun Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi dan diskusi. Pada akhir workshop, para peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Rencana tersebut akan menjadi pegangan bagi para guru untuk menerapkan hasil workshop di satuan pendidikan masing-masing.


