Kepada para siswa, ia menyampaikan pesan yang sederhana.
“Selamat berunjuk bakat. Jangan takut salah, yang penting bergembira. Kalian semua adalah bintang hari ini,” ucapnya.
Usai sambutan, satu per satu penampilan kembali dimulai. Lagu dinyanyikan dengan nada yang kadang meleset. Puisi berbahasa Mandarin dibacakan dengan jeda yang hati-hati. Tarian bertema Imlek bergerak serempak, lalu sedikit terlambat, lalu serempak lagi. Sebuah drama singkat menutup rangkaian acara.
Setiap penampilan disambut tepuk tangan. Kamera tetap menyala. Panggung kecil itu, siang itu, menampung keberanian yang sedang belajar tumbuh.



