Dari Pendidikan, Lingkungan, hingga UMKM, PT TIMAH Menempatkan TJSL 2026 sebagai Rangkaian Pemberdayaan

PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk menyiapkan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk tahun 2026. Arah utamanya jelas: pendidikan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Semua disusun untuk wilayah operasional perusahaan, termasuk Bangka Belitung dan sejumlah daerah lain tempat aktivitas tambang berlangsung.

Fokus itu dijalankan melalui Divisi Corporate Social Responsibility (CSR). Di dalamnya, perusahaan menggabungkan skema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), TJSL, serta Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK). Tiga jalur ini menjadi kerangka kerja utama sepanjang tahun.

Pendidikan dan ruang sosial

Pada sektor PPM, daftar program disusun cukup panjang. Pendidikan dan sosial menjadi salah satu titik berat. Pemali Boarding School tetap dilanjutkan, bersama Literasi Guru, Gerakan Cermat, Program Disabilitas, dan Dukungan Beasiswa Perguruan Tinggi. Seluruhnya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pendekatan inklusif.

Program-program itu hadir bersamaan dengan agenda kesehatan dan sosial lain, yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di sekitar wilayah operasional, bukan sebagai kegiatan terpisah, tetapi sebagai bagian dari satu rangkaian.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Lingkungan sebagai lanskap kerja

Di sisi lain, lingkungan ditempatkan sebagai ruang yang perlu dipulihkan sekaligus dijaga. Program Seribu Pohon untuk Negeri, Penanaman Mangrove, Fish Shelter, Atraktor Cumi, dan Coral Garden masuk dalam agenda 2026. Darat dan laut diperlakukan sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.

Langkah-langkah ini berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi yang telah lama membentuk lanskap wilayah tersebut.

Ekonomi lokal dan upaya bertahan

Penguatan ekonomi masyarakat diarahkan ke sektor produktif. Budidaya Garam, Budidaya Bawang, Budidaya Cabai, Budidaya Ikan Air Tawar Eks Kolong, Peternakan Sapi, dan Ternak Terpadu menjadi bagian dari strategi itu. Ada pula Program Kerajinan PEPAYA yang mengembangkan produk lampu untuk nelayan.

Selain itu, perusahaan mengembangkan Desa Binaan, Ketahanan Pangan Tailong, Diversifikasi Nanas Badau, Program Insos Proper, Program Kemunting, hingga Pelestarian Adat Mapur. Nama-nama program ini mencerminkan pendekatan yang mencoba menyatukan ekonomi, budaya, dan ketahanan sosial.

Perlindungan sosial ikut diperluas. Program BPJS Ketenagakerjaan disiapkan bagi kelompok masyarakat rentan di sekitar wilayah operasional.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Kegiatan langsung dan kebutuhan sehari-hari

Dalam kerangka TJSL, kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga juga masuk agenda. Program Oto Sihat, Bantuan Hewan Qurban, Program Merik Sembako, Mudik Gratis, Dukungan Pembangunan Nasional, serta Program Makan Bergizi Gratis disusun untuk menjawab kebutuhan yang sifatnya segera.

Seluruh kegiatan ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup dan solidaritas sosial.

UMK dan skala usaha

Pada sektor ekonomi kerakyatan, Program PUMK kembali dijalankan. Targetnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil. Pameran dan promosi produk UMK binaan, pelatihan, bantuan alat produksi, standarisasi produk, hingga pengembangan koperasi masuk dalam rencana kerja tahun depan.

Pendekatannya bukan sekadar bantuan, melainkan dorongan agar usaha kecil dapat naik kelas.

Pengembangan Kasus Tambang Pondi, Dirut dan PJO CV Tiga Saudara Resmi Jadi Tersangka

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan program TJSL 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.

“Melalui berbagai program yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat nyata, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan TJSL tidak berdiri sendiri. Keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra terkait menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rangkaian TJSL 2026 ini juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sekaligus menjaga hubungan antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan tetap seimbang.