BANGKA – Enam hari setelah longsor menutup area tambang, pencarian akhirnya berhenti pada satu titik. Bukan karena waktu habis, melainkan karena tubuh yang dicari ditemukan.
Pada Sabtu siang, 7 Februari 2026, tim SAR gabungan menemukan satu korban kecelakaan tambang di kawasan eks-tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada di timbunan longsor yang sejak awal menjadi fokus pencarian.
Operasi ini melibatkan banyak unsur. Sebanyak 12 personel Tim SAR Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung dikerahkan, bersama Basarnas, Polsek Pemali, BPBD Bangka, Tim SAR PT Timah, relawan Laskar Sekaban, serta unit K9 Dit Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Hari Keenam di Timbunan Longsor
Pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan apel pengecekan personel dan perlengkapan. Area timbunan longsor dibuka menggunakan tiga unit alat berat ekskavator untuk menyingkirkan material tanah yang tebal.
Setelah dihentikan sementara untuk istirahat, operasi dilanjutkan kembali pukul 12.44 WIB. Pada tahap ini, unit K9 Dit Samapta diturunkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan.

Upaya tersebut berujung pada satu titik koordinat. Pada pukul 13.33 WIB, korban berhasil dievakuasi dari dalam tanah.
Korban diketahui bernama Soleh (34), warga asal Pandeglang, Banten. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi ditutup pukul 14.20 WIB melalui apel penutupan yang dipimpin Kepala Tim Basarnas Darma Putra, didampingi Kapolsek Pemali IPDA Tri Nurhadi, S.H. Seluruh personel ditarik kembali ke kesatuan masing-masing, sementara lokasi kejadian diamankan oleh kepolisian.


