PEMRED.COM
PEMRED.COM Official App ★★★★★ GRATIS

PT TIMAH Bangun Rumah Layak untuk Tiga Keluarga Berisiko Stunting di Pangkalpinang

PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan memberikan bantuan rumah layak huni kepada tiga keluarga berisiko stunting di Kota Pangkalpinang.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan PT TIMAH terhadap Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).

Tiga keluarga yang menerima bantuan rumah layak huni dari PT TIMAH yakni keluarga Muhammad Liyo Arsadana, Firdayanti, dan Soleha. Ketiganya merupakan keluarga berisiko stunting (KRS).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Perempuan Golkar Naik Kelas, Hidayat Arsani Dorong KPPG Perkuat Barisan Politik

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, serta Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.

Bagi ketiga keluarga penerima, bantuan tersebut menjadi kabar yang disambut dengan rasa syukur. Rumah yang lebih layak diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi keluarga dan tumbuh kembang anak.

Rumah Layak Jadi Bagian Pencegahan Stunting

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menjelaskan, upaya mencegah stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi.

Kondisi tempat tinggal, sanitasi, ketersediaan air bersih hingga lingkungan tempat anak tumbuh juga menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian.

Tak Hanya Meriahkan HUT Bangka Barat, PT TIMAH Ajak Masyarakat Memahami Lebih Dalam Proses Pengolahan Timah

“Salah satu penyebab stunting memang rumah yang kurang layak. Karena itu, sanitasi, akses air bersih, dan kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi perhatian. Tadi saya melihat langsung ada tiga titik penerima manfaat, dan sebagian merupakan keluarga yang memiliki anak usia dini. Pencegahan harus dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” ujar Wihaji.

Laman: 1 2

× Advertisement
× Advertisement