Ramadhan sering membuat orang berhenti sejenak dari rutinitas. Ada yang memilih memperbanyak ibadah. Ada juga yang memilih berbagi.
Di sebuah ruang pertemuan SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Jumat (6/3/2026), puluhan orang berkumpul untuk satu tujuan sederhana, yaitu menyalurkan bantuan sembako kepada mereka yang membutuhkan.
Kegiatan itu digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Pangkalpinang ( IKA Smansa ). Bagi kepengurusan baru yang dikukuhkan pada Desember 2025 lalu, ini menjadi program sosial pertama yang dijalankan.
Sebanyak 30 paket sembako disiapkan. Para penerima datang dari beberapa kelompok mulai dari siswa, warga sekitar sekolah, hingga keluarga alumni.
Acara tersebut dibuka oleh Ketua IKA Smansa Pangkalpinang, Budi Utama, didampingi Kepala SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Jumani. Pengurus alumni hadir bersama para penerima manfaat yang duduk berdampingan di ruangan yang sama.
Gerakan Awal Alumni
Kepala SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Jumani, melihat kegiatan ini sebagai langkah awal dari sesuatu yang lebih besar.
“Ini adalah momentum luar biasa di bulan suci Ramadhan, kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu awal gerakan besar lainnya. Dengan jumlah alumni yang mencapai puluhan ribu, bukan tidak mungkin ke depan akan ada aksi yang lebih masif yang dapat menjadi teladan dalam meningkatkan ghirah kebaikan,” ujar Jumani.
Alumni sekolah itu memang tersebar dalam jumlah besar. Potensinya sering disebut. Namun baru sekarang, kepengurusan yang baru mencoba memulai gerakan sosial yang lebih terorganisasi.
Puluhan Paket sembako
Ketua IKA Smansa Pangkalpinang, Budi Utama yang akrab di sapa “Budut” menjelaskan, kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai dari sumbangan para pengurus.
“Hari ini ada 30 paket sembako yang kami salurkan rinciannya, 10 paket untuk siswa, enam paket untuk warga sekitar, dan 14 paket untuk keluarga alumni yang membutuhkan. Intinya, IKA Smansa ingin bergerak dan bermanfaat bagi sesama,” Budut.
Angka tiga puluh mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan jumlah alumni yang disebut mencapai puluhan ribu. Namun di ruangan itu, setiap paket tetap berarti bagi mereka yang menerimanya.
Doa dari Para Penerima
Di antara para penerima bantuan, seorang perempuan lanjut usia berdiri perlahan. Namanya Nenek Maimun, berusia 80 tahun.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan harapannya.
“Semoga Allah melimpahkan rezeki kepada para pemberi bantuan dan diberikan umur yang panjang. Harapan saya ke depan hanyalah agar selalu diberikan kesehatan,” ucap Maimun.
Dua penerima dari kalangan muda, Hafizha Dania Rahma dan Muhamad Rizky Alam Syah, juga menyampaikan harapan yang serupa.
“Harapannya program Ikasmansa berbagi ini tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut dan berkembang lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang,” tutur Rizky.
Harapan itu disampaikan di penghujung kegiatan.
Sementara di luar ruangan, Ramadhan tetap berjalan seperti biasa membawa banyak cerita kecil tentang orang yang memberi, dan orang yang menerima.
(Sumber: dikutip dari laporan Bangkapos.com oleh Rizky Irianda


