Trump pada Sabtu mengatakan ada “beberapa kandidat yang baik” untuk memimpin Iran setelah ia mengumumkan pembunuhan Khamenei.
Menurut laporan CNN, ketika Trump ditanya oleh seorang jurnalis siapa yang menurutnya dapat menggantikan Khamenei, Trump berkata, “Saya tahu persis siapa, tetapi saya tidak bisa memberi tahu Anda.”
Ketika ditanya apakah ada seseorang di Iran yang lebih disukainya untuk memimpin, Trump berkata, “Ya, saya rasa begitu. Ada beberapa kandidat yang baik.”
Dia tidak berkomentar lebih lanjut tentang siapa yang ia maksud.
Menurut laporan New York Times, pemimpin tertinggi Iran haruslah seorang ulama dan cendekiawan Syiah senior yang dipilih oleh komite ulama yang dikenal sebagai Majelis Pakar.
Berdasarkan wawancara dengan enam pejabat senior Iran, tiga nama yang disebut dekat dengan preferensi Khamenei adalah kepala peradilan Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, kepala staf Khamenei Ali Asghar Hejazi, serta Hassan Khomeini.
Selain nama-nama tersebut, ulama senior Hashem Hosseini Bushehri juga kerap disebut memiliki peluang dalam proses suksesi.
Adapun Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei yang kini berusia 56 tahun, disebut memiliki peluang tipis untuk menggantikan ayahnya.
Khamenei sebelumnya pernah mengatakan kepada para pengikutnya bahwa ia tidak ingin jabatan tersebut diwariskan secara turun-temurun.


