Rasa Ingin Tahu dan Rem yang Pakem
Topik bergeser ke pergaulan bebas. Masa SMP disebut Susanti sebagai fase yang penuh rasa ingin tahu. Wajar. Tapi, menurutnya, rasa ingin tahu perlu ditemani batas.
“Masa SMP itu rasa ingin tahunya besar, itu bagus, tapi harus punya rem yang pakem. Bergaul luas boleh, tapi tetap punya prinsip dan jangan mudah ikut-ikutan tren yang merugikan kesehatan seperti rokok atau miras,” katanya.
Lingkar pertemanan dan penggunaan gadget ikut disorot. Tidak semua ajakan patut diikuti. Tidak semua konten layak dikonsumsi.
“Gunakan gadget dengan bijak. Jangan mudah tergiur konten negatif atau ajakan dari orang asing di dunia maya,” lanjut Susanti.

Menjaga Arah
Di akhir pertemuan, ajakan yang disampaikan terdengar akrab. Fokus pada prestasi. Menyalurkan energi ke kegiatan positif seperti ekstrakurikuler dan hobi. Membuka komunikasi dengan guru dan orang tua. Saling menghargai di lingkungan sekolah.
Tidak ada penutup yang bombastis. Hanya pengingat bahwa pilihan-pilihan kecil, jika dibiarkan, bisa tumbuh menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan, pelan-pelan, membentuk arah.


