TPP Dipotong 20 Persen, Ikat Pinggang Naik Lubang

Foto: Ilustrasi

Pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai kembali dibicarakan di meja kebijakan daerah. Angkanya jelas. Efeknya konkret. Bagi aparatur, satu lubang ikat pinggang harus disesuaikan lebih cepat dari biasanya.

Di Bangka Tengah, penyesuaian itu berhenti di angka 20 persen. Bukan karena kinerja menurun. Bukan pula karena pelanggaran. Keputusan diambil ketika ruang anggaran terasa makin sempit dan pilihan bergerak makin terbatas.

Saat Anggaran Ditarik Lebih Ketat

Keputusan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Wakil Bupati Bangka Tengah, Efriand, menyebut kondisi keuangan daerah pada 2026 sedang mengalami banyak guncangan.

Dalam situasi itu, penghematan menjadi langkah yang tidak terelakkan. Semua sektor diminta menyesuaikan. Pos TPP ikut masuk dalam daftar yang diperketat.

“Nah jadi hari ini, terkait dengan apa namanya anggaran dan sebagainya, kami meminta seluruh OPD untuk berhemat, itu pertama. Yang kedua, meminta seluruh OPD untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah ya,” ujar Efriand.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Penyisiran anggaran dilakukan sebelum keputusan diambil. Dari hitung-hitungan yang ada, pemotongan TPP sebesar 20 persen dinilai sebagai batas yang bisa dijalani.

“Jadi saya harus menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, setelah dihitung-hitung-hitung dan sebagainya, jadi kami harus melakukan pemotongan TPP sebesar 20 persen,” ucapnya.

Penghasilan Disesuaikan, Ritme Kerja Diminta Tetap

Kebijakan tersebut berlaku bagi ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Bangka Tengah. Efriand meminta para aparatur memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

Di sisi lain, pelayanan publik diminta tidak ikut dikendurkan, meski penghasilan harus disesuaikan.

“Jadi harap maklum, tapi tadi saya sudah mengingatkan kawan-kawan untuk tetap berkinerja maksimal. Semua kawan-kawan sudah berusaha maksimal, Pak Sekda dan tim TAPD sudah bolak-balik, sudah minta kemana-mana, sudah memaksimalkan,” terangnya.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah berbagai upaya dilakukan. Permintaan ke berbagai pihak dan penataan internal telah dicoba sebelum angka 20 persen akhirnya dipilih.

Menunggu Ruang Longgar Kembali

Pemotongan TPP ini tidak disebut sebagai kondisi yang akan berlangsung selamanya. Efriand menyebut kemungkinan perubahan tetap terbuka jika keadaan keuangan daerah membaik.

Namun untuk saat ini, arah kebijakan masih bergantung pada situasi yang belum pasti.

“Tapi kita masih lihat kondisi dan situasi, karena kita juga gak tahu sampai kapan pemerintah pusat memberlakukan ini, keadaan ini, seperti ini sampai kapan kita juga belum tahu,” tuturnya.

Sementara waktu, satu lubang ikat pinggang itu harus dinaikkan. Sebuah penyesuaian di tengah anggaran yang ditarik lebih ketat, sambil menunggu keadaan memberi ruang bernapas kembali.

Pengembangan Kasus Tambang Pondi, Dirut dan PJO CV Tiga Saudara Resmi Jadi Tersangka

Berdasarkan laporan Bangka Pos.