Menurut Jimin, layanan kesehatan semacam ini sangat membantu masyarakat, terutama para pekerja sektor informal yang memiliki keterbatasan waktu dan biaya untuk memeriksakan kesehatan.
“Pelayanannya baik sekali, ramah. Sangat membantu, terutama untuk kami yang bekerja di jalan seperti sopir dan pengemudi ojek online,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Selamat ulang tahun ke-50 untuk PT TIMAH. Semoga ke depannya terus maju, semakin jaya, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Pemeriksaan Membuka Jalan Menjaga Kesehatan
Manfaat serupa dirasakan Erika (43), warga Palmerah, Jakarta Barat. Ia menggunakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mengetahui kondisi tubuhnya sekaligus berkonsultasi dengan dokter.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Erika mengetahui bahwa kadar kolesterolnya cukup tinggi. Ia juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan, mengurangi konsumsi makanan berlemak, serta berolahraga secara rutin agar kondisi kesehatannya tetap terpelihara.
“Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu dengan kegiatan sosial seperti ini. Kalau periksa kesehatan sendiri tentu harus mengeluarkan biaya, sedangkan di sini gratis, jadi sangat meringankan,” ujarnya.
Erika mengaku bukan kali pertama merasakan manfaat dari program sosial PT TIMAH. Dua dari tiga anaknya pernah mengikuti program khitanan massal yang diselenggarakan perusahaan.


