Cekcok Utang Berujung Dugaan Penganiayaan, Oknum Brigpol Diamankan

Seorang dokter mengaku dikeroyok di rumahnya sendiri. Sabtu sore itu, sekitar pukul 17.00 WIB, di kediamannya di Bangka Selatan, tiga orang disebut datang. Dua di antaranya diduga melakukan penganiayaan.

Satu nama disebut memiliki pangkat Brigadir Polisi (Brigpol) berinisial R.

Mantan Direktur RSUD Junjung Besaoh, M. Fauzan, tidak membantah peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi.

โ€œIya benar, saya dikeroyok di rumah pribadi,โ€ kata M. Fauzan ketika dihubungi Bangkapos.com, Senin (16/2/2026).

Ia menyebut tiga orang mendatangi rumahnya. Dua melakukan penganiayaan. Ia mengalami luka lebam dan lecet di bagian kaki. Ia juga sempat terjatuh dari teras rumah yang cukup tinggi.

Residivis Curat Curi Dua Aki di Gabek, Ditangkap Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

โ€œDua orang pelaku di antaranya saya kenal,โ€ ucap M. Fauzan.

Ia menyatakan persoalan yang melatarbelakangi kejadian berkaitan dengan utang-piutang. Namun ia belum memberikan penjelasan lebih jauh. Fokusnya, kata dia, pada laporan polisi yang sudah dibuat. Informasi tambahan akan disampaikan kemudian.

Laporan Diterima, Versi Berbeda Muncul

Kapolres Bangka Selatan, Agus Arif Wijayanto, membenarkan adanya laporan dari korban. Satu dari tiga terduga pelaku, katanya, merupakan anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial R. Peristiwa itu disebut terjadi di hadapan anak, istri, dan orangtua korban.

โ€œPelaporan dari korban sudah kami terima dan saat ini ditangani oleh Satreskrim bersama Propam,โ€ ujarnya.

Empat Pria Asyik Main Domino di Rangkui Diciduk Tim Buser Naga dalam Operasi Pekat 2026

Menurut Kapolres, dugaan sementara peristiwa dipicu persoalan utang-piutang. Terlapor datang untuk meminta pertanggungjawaban. Terjadi cekcok. Lalu penganiayaan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ditemukan adanya kontak fisik dua arah.

Korban diduga sempat melakukan pemukulan terlebih dahulu terhadap salah satu terlapor berinisial Brigpol R sebelum keributan semakin meluas. Saat keributan memancing kehadiran warga sekitar, Brigpol R disebut sempat membubarkan massa dan meminta warga agar tidak ikut campur sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

โ€œDugaan sementara karena korban mempunyai hutang dan terlapor datang untuk meminta pertanggungjawaban. Sehingga terjadi cekcok berujung penganiayaan,โ€ papar Agus Arif Wijayanto.

Pemeriksaan Berjalan

Pengembangan Kasus Tambang Pondi, Dirut dan PJO CV Tiga Saudara Resmi Jadi Tersangka

Kapolres menyampaikan, oknum Brigpol R telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polres Bangka Selatan. Dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

โ€œUntuk oknum anggota kepolisian sudah diamankan. Dua orang lainnya masih dalam pengejaran,โ€ ucap Kapolres.

Penyidik mengumpulkan keterangan saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar. Motif dan kronologi lengkap masih didalami. Penyelidikan juga dilakukan terhadap Brigpol R yang dikabarkan sempat mengeluarkan pistol saat kejadian berlangsung.

Penanganan perkara, menurut kepolisian, dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum, termasuk terhadap oknum anggota yang diduga terlibat.