Sejumlah benda di area kantor kemudian dibakar. Api terus membesar hingga menjalar ke bagian bangunan. Informasi dari lapangan menyebut bagian kantor dan gudang PT Timah di Gantung ikut terbakar.
Kobaran api dan asap tebal terlihat dari sekitar lokasi. Kondisi inilah yang kemudian membuat petugas Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Ribuan Penambang Turun Menuntut Kejelasan
Sejak pagi, ribuan penambang dan warga dilaporkan bergerak menuju Kantor Operasional PT Timah menggunakan ratusan sepeda motor, puluhan mobil hingga truk terbuka.
Massa memadati kawasan kantor dan meminta kejelasan mengenai penjualan bijih timah. Persoalan tersebut dinilai berkaitan langsung dengan penghasilan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.
Sebelumnya, Aliansi Penambang Belitung Timur dikabarkan berencana menggelar aksi pada Rabu (5/8/2026). Aksi tersebut batal setelah muncul kesepakatan mengenai harga pembelian timah sebesar Rp170 ribu per kilogram untuk kadar Sn 72.
Namun persoalan disebut belum sepenuhnya selesai. Informasi yang berkembang di lapangan menyebut masih terdapat penambang yang mengalami kesulitan menjual hasil tambangnya.
Harga dan Jalur Penjualan Jadi Persoalan
Selain harga, akses penjualan bijih timah menjadi salah satu keluhan yang berkembang di kalangan penambang.
Sejumlah penampung dan kolektor disebut tidak melakukan pembelian, sementara kemampuan pembelian melalui Selling Point PT Timah juga dikeluhkan terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian penambang harus menunggu dan disebut tidak selalu berhasil menjual hasil tambangnya.
Persoalan RKAB PT Timah turut dikaitkan dalam sejumlah informasi yang berkembang dengan tersendatnya tata niaga timah. Namun kaitan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penjelasan resmi dari PT Timah maupun instansi berwenang.


