PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk kembali menaruh perhatian pada pendidikan. Bukan lewat satu program tunggal, melainkan rangkaian dukungan yang menjangkau dari sekolah dasar hingga bangku perguruan tinggi. Polanya berulang, skalanya diperluas, dan waktunya dijaga agar tetap konsisten.
Komitmen ini diletakkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang dianggap siap bersaing, sejalan dengan agenda besar Generasi Emas 2045. Pendidikan diposisikan sebagai jalur masuk utama.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana sekolah, mendukung kegiatan belajar mengajar, serta menyediakan bantuan biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi. Di wilayah operasionalnya, pendekatan ini dijalankan dari tahun ke tahun.
Dari Asrama ke Kampus
Di jenjang pendidikan tinggi, bantuan difokuskan pada biaya pendidikan dan akomodasi. Pada 2025, tercatat 40 mahasiswa menerima dukungan tersebut. Sebanyak 33 di antaranya merupakan peserta didik Asrama Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Tbk yang lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025.
Bantuan itu diberikan sebagai apresiasi atas capaian akademik, sekaligus penopang agar proses studi dapat berjalan tanpa hambatan administratif yang kerap datang belakangan.
Di luar itu, tujuh mahasiswa asal Bangka Belitung yang sedang menempuh pendidikan di Akademi Komunitas Industri Pertambangan Batu Bara (AKIPBA) Muara Enim, Sumatera Selatan, juga menerima bantuan biaya pendidikan dan akomodasi.

Beban yang Diperingan
Program ini diarahkan untuk memastikan keberlanjutan studi, terutama pada bidang yang dianggap relevan dengan kebutuhan industri. Pada saat yang sama, langkah tersebut ditempatkan dalam kerangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Bagi penerima, bantuan itu hadir dalam konteks yang lebih personal. Ana, mahasiswa Universitas Bangka Belitung jurusan Teknik Sipil, menyebut dukungan tersebut datang di tengah keterbatasan ekonomi keluarga dan kebutuhan kuliah yang terus berjalan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya, karena ini akan saya gunakan untuk kebutuhan kuliah seperti membeli buku dan biaya kuliah,” katanya.
Ia juga mengaitkan bantuan terbaru ini dengan perjalanan pendidikannya sebelumnya sebagai alumni Program Pemali Boarding School PT TIMAH Tbk.
“Banyak sekali peran PT TIMAH Tbk dalam mendukung pendidikan saya, kami dibiayai sejak SMA dan Alhamdulillah sekarang mendapatkan bantuan kembali,” ucapnya.


