“Fungsi pengawasan ada di dinas terkait. Kami melakukan pengawasan sampai tingkat pangkalan. Jika ditemukan masalah, masyarakat dapat melapor langsung ke Pertamina atau melalui contact center 135,” pungkas Satrio.
Peran Mitra
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mangimpal Lumbanturoan, menyampaikan apresiasi atas solusi yang dibahas dalam audiensi tersebut.
Ia menyebut APKLI siap menjadi mitra penyaluran LPG 3 kg bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM jika diberi kepercayaan.
“Kami dari APKLI mengapresiasi solusi yang ditawarkan Pertamina dalam acara audiensi hari ini. Jika diberi kesempatan, APKLI siap menjadi mitra untuk menyalurkan gas elpiji 3 kilogram kepada pelaku usaha mikro,” ujar Mangimpal Lumbanturoan.
Menurutnya, keterlibatan APKLI diharapkan dapat membantu memastikan LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh pelaku usaha kecil yang membutuhkan, sekaligus meminimalisasi potensi penyimpangan distribusi di lapangan.
Sumber berita: topberita.co.id


