Salah satu implementasinya dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam proses bisnis perusahaan melalui skema kemitraan koperasi.
“PT TIMAH Tbk punya tagline Timah Untuk Rakyat. Perusahaan melibatkan masyarakat dalam proses bisnis perusahaan melalui skema koperasi untuk bekerja sama dengan PT TIMAH Tbk,” katanya.
Sementara itu, Direktur Produksi dan Komersial PT TIMAH Tbk Ilhamsyah Mahendra mengatakan perusahaan menyambut berbagai masukan yang disampaikan Komisi VI DPR RI dan akan menindaklanjutinya.
“Ada beberapa hal yang disampaikan di antaranya mengenai operasional safety, tanggung jawab pascatambang serta pelibatan masyarakat dalam sistem penambangan karena penambangan timah ini sangat erat keterlibatannya dengan masyarakat,” katanya.
Pengembangan Logam Tanah Jarang Jadi Perhatian
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI juga memberikan perhatian terhadap pengembangan logam tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE).
Pengembangan komoditas tersebut disebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral.
PT TIMAH Tbk selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Perminas, Badan Industri Mineral (BIM), dan Danantara dalam pengembangan REE.
Kunjungan Komisi VI DPR RI tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan proses revitalisasi PT TIMAH Tbk, mulai dari perbaikan operasional, tata kelola pertambangan, pelibatan masyarakat, modernisasi hingga pengembangan potensi mineral bernilai tambah.


