Ia mengatakan tumbuhan maupun hewan laut secara alami mulai menempel dan memanfaatkan struktur terumbu buatan tersebut sebagai bagian dari habitatnya.
Biomassa Ikan Disebut Meningkat
Selain menjadi habitat bagi berbagai biota laut, keberadaan artificial reef juga disebut memberikan dampak terhadap stok ikan di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil monitoring, biomassa ikan yang umum dikonsumsi masyarakat tercatat mengalami peningkatan pada sejumlah titik penempatan terumbu buatan.
“Biomassa ikan yang lazim dikonsumsi masyarakat tercatat lebih dari 600 kilogram per hektare di lokasi baru artificial reef,” tambah Indra.
Habitat yang terbentuk di sekitar terumbu buatan juga berpotensi menjadi area penangkapan ikan atau fishing ground baru bagi nelayan.
Libatkan Masyarakat dan Nelayan Lokal
Pelaksanaan reklamasi laut melalui program artificial reef turut melibatkan masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.
Keterlibatan tersebut dilakukan mulai dari proses pembuatan rangka terumbu buatan, pengangkutan menggunakan perahu nelayan lokal, hingga proses penenggelaman yang melibatkan tenaga kerja setempat.
“Secara langsung program ini memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, habitat baru yang terbentuk juga menjadi fishing ground baru bagi nelayan,” ujar Indra.
Dengan pola tersebut, program reklamasi laut tidak hanya diarahkan pada pemulihan lingkungan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.


