Perlu Monitoring Berkelanjutan
Indra menilai reklamasi laut menjadi bagian dari tanggung jawab lingkungan terhadap dampak aktivitas pertambangan di wilayah perairan.
Meski demikian, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan ekosistem serta efektivitas artificial reef dalam jangka panjang.
“Program ini seharusnya menjadi pemantik dan role model bagi perusahaan-perusahaan lain, khususnya industri pertambangan timah, agar turut bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan laut,” katanya.
Keberadaan 1.920 artificial reef yang ditenggelamkan sepanjang 2025 diharapkan dapat membantu proses pemulihan ekosistem perairan Bangka Belitung secara bertahap.
Perkembangan habitat dan biota di lokasi tersebut selanjutnya memerlukan pemantauan secara berkala untuk melihat sejauh mana terumbu buatan mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang.


