Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNMUH Babel melihat kegiatan tersebut dari sisi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, pelaksanaan KKN tidak hanya berkaitan dengan menjalankan program kerja di desa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja di desa, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan semangat akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan rasa cinta tanah air dalam satu kegiatan yang bermakna,” jelasnya.
Kemerdekaan dan Kelestarian Maras
Ada pesan lain yang dibawa dalam perjalanan tersebut. Mahasiswa KKN Desa Berbura turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian Puncak Maras.
Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata alam Bangka Belitung. Karena itu, semangat mencintai Indonesia juga mereka kaitkan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga kekayaan alam daerah.
Momen pengibaran bendera dan kebersamaan selama berada di Puncak Maras kemudian diabadikan sebagai kampanye positif untuk menumbuhkan nasionalisme sekaligus kepedulian terhadap alam.
Bagi mahasiswa KKN Desa Berbura, usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun tidak semestinya hanya diperingati sebagai agenda tahunan. Generasi muda juga memiliki bagian dalam mengisinya melalui karya, pengabdian, menjaga persatuan, dan merawat lingkungan.
Semangat “Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Indonesia” pun menjadi pesan yang mereka bawa turun dari Puncak Maras setelah Merah Putih berkibar di atas Bangka Belitung. (Red)


