Ignasius Jonan Soroti Potensi Logam Tanah Jarang
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi dari Ignasius Jonan mengenai kepemimpinan strategis dan penciptaan nilai perusahaan.
Dalam pemaparannya, Jonan turut menyinggung potensi pengembangan logam tanah jarang sebagai salah satu peluang yang dapat dikembangkan PT TIMAH Tbk di masa mendatang.
“Saya ingin melihat 5–10 tahun lagi PT TIMAH Tbk masuk cerita dunia sebagai eksportir logam tanah jarang,” ujar Jonan.
Pada hari yang sama, Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Parada Situmorang, memberikan pemahaman mengenai tata kelola dan kepatuhan hukum.
Materi tersebut turut menyoroti pentingnya peran pimpinan dalam menjaga integritas, kepatuhan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan.
Belajar dari Pengalaman Mantan Pimpinan
Pada hari ketiga, TELP Series 1 menghadirkan Direktur Utama PT TIMAH Tbk periode 1994–Maret 2002, Erry Riyana Hardjapamekas, serta Komisaris Utama PT TIMAH Tbk periode 2015–2020, Fachry Ali.
Keduanya berbagi pengalaman mengenai dinamika pengelolaan perusahaan serta berbagai tantangan transformasi yang dihadapi PT TIMAH Tbk dalam periode kepemimpinan yang berbeda.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi jajaran pimpinan perusahaan dalam memahami perjalanan PT TIMAH Tbk sekaligus menghadapi tantangan perusahaan ke depan.
Tata Kelola Jadi Target Utama
Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan TELP Series 1 tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan tata kelola perusahaan.


