Jika ekosistem produksi dan pasar telah terbentuk, ia berharap pengembangan UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan. Bahkan ketika satu rumah produksi tidak mampu memenuhi permintaan pasar, pelaku usaha lainnya dapat dilibatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Nah, ketika ekosistem ini sudah kita bangun, inilah yang kita harapkan akan bergulir,” katanya.
Disiapkan dengan Manajemen Profesional
Pengembangan rumah produksi nantinya juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Tenaga Kerja, misalnya, dapat mengambil peran dalam penyediaan maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sementara perangkat daerah lainnya mendukung pembinaan dan pengembangan usaha.
Prof Udin menginginkan setiap rumah produksi memiliki sistem pengelolaan yang profesional, mulai dari manajer hingga pengelola bidang pemasaran dan produksi.
“Kita ingin rumah produksi ini terjaga. Manajemennya akan menjadi profesional,” ujarnya.
Menurut Prof Udin, menyasar pelaku usaha mikro merupakan tahap awal untuk menemukan mereka yang benar-benar memiliki semangat, konsistensi, dan kemampuan mengembangkan usaha.
“Orang berbisnis ini kan tidak semua bisa. Tetapi mereka yang punya keinginan kuat, semangat, mampu bekerja keras dan konsisten menjalankan usahanya, ini yang akan kita pilih nanti,” katanya.
Lebih dari 29 Ribu UMKM di Pangkalpinang
Prof Udin menilai keberadaan UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat lebih dari 29 ribu pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang.
“Kalau mereka menopang kehidupan tiga orang saja, berarti sekitar 80 ribu orang yang ditopang. Itu sudah sekitar sepertiga penduduk Kota Pangkalpinang,” katanya.


