Di tengah situasi tersebut, Kepala Unit Wilayah Produksi Belitung, Feryandi, akhirnya datang menemui massa sekitar pukul 13.40 WIB dengan pengamanan aparat.
Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi masyarakat penambang untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama mengenai kepastian pembelian hasil tambang.
Setelah komunikasi berlangsung, situasi berangsur kondusif. Massa kemudian meninggalkan kawasan Kantor Unit dan gudang PT Timah.
Forkopimda Diminta Ikut Menyaksikan
Meski aksi telah berakhir, penambang meminta agar pembahasan mengenai harga dan pembelian bijih timah selanjutnya dituangkan dalam bentuk tertulis.
Mereka juga menginginkan unsur Forkopimda Belitung Timur ikut menyaksikan kesepakatan tersebut. Menurut penambang, langkah itu diperlukan agar terdapat kejelasan yang dapat menjadi pegangan para pihak dan persoalan serupa tidak kembali menimbulkan keresahan.
Penambang juga menyampaikan akan kembali menggelar aksi apabila tidak terdapat perubahan maupun realisasi terhadap aspirasi yang mereka sampaikan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari rangkaian pemberitaan terkait aksi tersebut, belum disebutkan adanya kesepakatan tertulis baru maupun keputusan final mengenai mekanisme pembelian bijih timah setelah pertemuan antara Feryandi dan massa.
Dengan berakhirnya aksi dan kondisi Gantung yang kembali kondusif, kelanjutan pembahasan mengenai kepastian pembelian bijih timah serta permintaan kesepakatan tertulis kini menjadi perkembangan berikutnya yang dinantikan masyarakat penambang di Belitung Timur. (Rz)


