Riset yang diperkenalkan mencakup 12 klaster, mulai dari ketahanan pangan, energi, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), teknologi untuk kampung nelayan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, perumahan, transportasi, hingga kesehatan.
Dari Limbah Menuju Produksi Massal
Inovasi genteng biomassa menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian Presiden. Hal tersebut sejalan dengan dorongan penggunaan material atap yang lebih sehat dan ramah lingkungan sebagai alternatif seng maupun asbes.
Prabowo sebelumnya juga menyinggung penggunaan material alami seperti genteng, ijuk, dan rumbia yang sejak dahulu digunakan masyarakat Indonesia sebagai penutup atap rumah.
Melalui inovasi berbahan sabut kelapa ini, hasil riset nasional diharapkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menuju produksi massal.
Jika mampu diproduksi dengan harga yang semakin kompetitif, limbah sabut kelapa berpotensi mendapatkan nilai tambah sebagai material bangunan. Dan di hadapan Presiden, inovasi tersebut sudah melewati satu pengujian yang cukup tak biasa: dibanting dan diinjak, tetapi tetap utuh. (Rz)


