Pandangan serupa disampaikan Rudi, warga sekaligus tokoh masyarakat Dusun Kampak. Ia menilai pemberitaan mengenai pertambangan juga semestinya memberi ruang yang seimbang terhadap suara warga yang kehidupan sehari-harinya bersinggungan langsung dengan aktivitas tersebut.
“Bukan hanya pekerja tambang yang mendapatkan penghasilan. Ada warung, tukang ojek dan usaha kecil lainnya yang ikut merasakan perputaran ekonomi,” ujarnya.
Menurut Rudi, perkara itu semakin patut diperhatikan karena masyarakat juga masih menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan kampung mereka.
Salah satunya ialah kebutuhan untuk memperbaiki tempat ibadah.
Ia mengatakan warga berharap sebagian manfaat ekonomi yang selama ini beredar di tengah masyarakat dapat pula memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas sosial, termasuk rehabilitasi mushola dan masjid.
“Di kampung ini masih banyak kebutuhan. Mushola perlu diperbaiki, masjid juga perlu diperhatikan. Kami ingin pembangunan kampung berjalan dan masyarakat juga bisa tetap bekerja,” katanya.
Tempat Ibadah Menanti Perhatian
Harapan yang sama turut disampaikan Haji Amat, tokoh masyarakat Dusun Kampak.
Menurutnya, keadaan salah satu mushola di Kampak saat ini cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian secara sungguh-sungguh.


