IM menduga terdapat oknum yang diduga berprofesi sebagai wartawan yang turut mendorong agar aktivitas tambang rakyat di Kampak dihentikan. Ia bahkan menduga adanya pihak tertentu yang mensponsori aktivitas tersebut untuk kepentingan pengambilan timah dari kawasan yang selama ini ditambang masyarakat.
Namun, hal tersebut masih berada dalam ranah dugaan dan belum dapat disebut sebagai fakta karena tetap memerlukan konfirmasi serta pembuktian lebih lanjut.
Menurut IM, masyarakat Kampak justru tidak menghendaki apabila wilayah ataupun hasil timah yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan ekonomi warga kemudian beralih dan dinikmati oleh pihak lain.
“Yang menjadi pertanyaan warga, kalau tambang rakyat ini ditutup, siapa yang kemudian mengambil timahnya? Jangan sampai masyarakat diminta berhenti, tetapi setelah itu ada pihak lain yang justru masuk dan mengambil keuntungan,” ujar IM. (8/08/2026)
IM juga mempertanyakan apakah dorongan untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut benar-benar hanya didasarkan pada kepedulian terhadap lingkungan.
“Kalau memang persoalannya lingkungan, kami ingin semuanya dibuka secara terang. Tetapi kalau ada kepentingan lain, masyarakat juga berhak mengetahuinya,” katanya.
Pernyataan IM tersebut masih menjadi bagian yang harus diuji lebih jauh. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa wartawan tertentu menerima sponsor dari pihak smelter maupun bahwa terdapat upaya untuk mengambil timah milik masyarakat. Dugaan itu tetap memerlukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dan harus ditopang oleh bukti yang dapat diverifikasi.
Atas dasar itu, redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada wartawan yang dimaksud, perusahaan smelter, maupun pihak lain yang merasa memiliki keterkaitan dengan dugaan tersebut.
Nasib Penghidupan Menjadi Pertanyaan


