PEMRED.COM
PEMRED.COM Official App ★★★★★ GRATIS

Polemik Tambang Kampak Memanas, Warga Minta Persoalan Ekonomi Masyarakat Jangan Ikut Dikorbankan

Bangka Barat – Perbincangan mengenai aktivitas pertambangan di Dusun Kampak, Desa Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, kembali mengemuka. Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyoroti dugaan kegiatan tambang yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan mangrove, sekaligus mendorong aparat melakukan penertiban apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran.

Di balik pembahasan mengenai lingkungan dan penegakan aturan, tersimpan pula perkara lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni keberlangsungan ekonomi masyarakat yang tinggal dan mencari nafkah di sekitar kawasan tersebut.

Menjaga lingkungan serta memastikan kegiatan pertambangan berlangsung sesuai ketentuan tetap menjadi perkara yang penting. Namun, setiap langkah yang diambil terhadap aktivitas tersebut juga perlu memperhitungkan kehidupan warga yang selama ini turut bergantung pada perputaran ekonomi di sekitarnya.

Bagi sebagian masyarakat Kampak, persoalan itu tidak semata-mata berada di antara pilihan tambang atau lingkungan. Kehidupan ekonomi di sekitar kawasan tersebut turut melibatkan keluarga yang memperoleh penghasilan dari pertambangan, pemilik warung yang mendapatkan pembeli, tukang ojek yang menerima penumpang, para pedagang yang merasakan peredaran uang, serta usaha kecil lainnya yang ikut bergerak seiring berlangsungnya aktivitas masyarakat.

Wali Kota Pangkalpinang Resmi Luncurkan PKP SMART, Warga Kini Bisa Akses Beragam Layanan Pemerintah Lewat Satu Aplikasi

Roda Ekonomi yang Turut Berputar

Meli, warga Dusun Kampak, mengatakan ramainya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi turut berpengaruh terhadap penghasilan usaha kecil.

“Kalau aktivitas masyarakat ramai, warung juga ikut ramai. Ada yang membeli makanan, kopi dan kebutuhan lainnya. Bagi kami, perputaran ekonomi seperti itu sangat membantu,” ujar Meli.

Menurutnya, masyarakat kecil memang bukan pihak yang memiliki kewenangan menentukan seluruh arah kebijakan pertambangan. Namun, merekalah yang dapat langsung merasakan akibat ketika aktivitas ekonomi tersebut berhenti.

Lebih dari 7 Ton Air Bersih Disalurkan, PT TIMAH Bantu Warga Sungailiat Hadapi Dampak Kemarau

“Kalau memang ada aturan yang harus dipatuhi, kami tentu berharap semuanya jelas. Tetapi kalau aktivitas dihentikan, masyarakat juga perlu diberikan solusi agar tetap bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

× Advertisement
× Advertisement